Kemarahan The Weeknd beberapa waktu lalu ternyata memicu banyak reaksi, tentu ada yang pro dan kontra. Di tahun 2020 rasanya salah satu yang paling sering merilis single bahkan album sekaligus salah satunya adalah The Weeknd. Tapi sayangnya, tidak ada satu lagu pun tertulis di nominasi Grammy Award. Padahal lagu 'Blinding LightS', In Your Eyes', dan beberapa kolaborasi dengan musisi lainnya bisa dibilang hitz. Bahkan sering masuk ke dalam jajaran Billboard 100. Tentu The Weeknd curiga tentang hal tersebut. Tapi nggak cuma The Weeknd yang geram dan berspekulasi adanya ketidakberesan dalam Grammy Award. Halsey pun juga setuju dan juga melakukan protes terhadap Grammy Award. Karena Halsey pun termasuk dalam salah satu musisi paling sering ngeluarin single di tahun 2020.
Pemilik single 'You Should Be Sad' juga protes, mengindikasikan kalau Grammy terlibat dengan suap-menyuap. “Grammy adalah proses yang sulit dipahami. Ini sering kali tentang pertunjukan pribadi di balik layar, mengenal orang yang tepat, berkampanye melalui selentingan, dengan jabat tangan kanan dan ‘suap’ yang cukup ambigu untuk dianggap ‘bukan suap’. Dan jika kau sampai sejauh itu, ini tentang berkomitmen pada pertunjukan TV eksklusif dan memastikan dirimu membantu Akademi menghasilkan jutaan dalam iklan,”tulisnya lebih lanjut. “Mungkin terkadang (!!) tetapi tidak selalu tentang musik atau kualitas atau budaya,” tulisnya dalam sebuah insta story miliknya.
Halsey juga menyebut The Weeknd dalam postingan ini. Menurutnya album The Weeknd seharusnya masuk dalam Grammy, begitu juga album miliknya. Namun Halsey menyebutkan dirinya sudah nggak peduli lagi, meski berharap ada transparansi dan juga reformasi dalam proses seleksi nominasi Grammy Awards.