RADIO ELFARA – Senin (29/8), Pemerintah kota Malang telah mengadakan operasi pasar untuk menstabilkan harga serta memastikan pasokan bahan pokok, di depan Kuburan Londo Sukun. Ketua Dewan Pengawas Perumda Tunas yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, Elfiatur Roikhah, SE.,Ak.,MM menyampaikan bahwa operasi ini menindaklanjuti dari hasil Rapat Koordinasi Nasional terkait sinergi untuk stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional. “Makanya kita perlu usaha yang lebih keras lagi untuk menyetabilkan harga dan memastikan pasokan. Karena itu dari Sekretariat TPID Kota Malang menyelenggarakan operasi pasar,” terang Elfi.
Tidak hanya itu, Elfi juga menjelaskan bahwa kegiatan operasi ini baru pertama kali di Kelurahan Sukun. Untuk jumlah barang disediakan 1.000 paket kebutuhan pangan seperti beras, gula, minyak goreng kemasan, telur, tepung, daging ayam bahkan sampai bawang merah. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perum Bulog, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Tunas, Badan Pangan Nasional, Bank Indonesia, dan lainnya. “Nantinya akan dilakukan digilir setiap Minggu sampai kondisi inflasi sudah bisa lebih stabil. Ditargetkan hingga akhir tahun ada 63 titik. Jadi yang kita jual selain bahan pokok juga komoditi-komoditi yang memang harganya walaupun tidak naik tapi masih tinggi misalnya bawang dan cabai,” jelasnya.
Target dari operasi pasar ini bisa mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga diharapkan harga bisa kembali stabil. Tentu saja hal ini sejalan dengan komitmen yang sudah disampaikan oleh Drs. H. Sutiaji saat menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi. “Sesuai anjuran presiden, di daerah segera dilakukan pengendalian inflasi yakni melakukan kerja sama antar daerah. Kami sudah menjalin kerja sama dengan Banyuwangi, Kabupaten Malang, Blitar, Batu, dan Jakarta. Sehingga harapannya dapat mengontrol inflasi yang ada di Kota Malang,” ungkapnya. [GR]