Prof Dr (HC) Drs H Abdul Malik Fadjar MSc menghembuskan nafas terakhir di rumah Sakit Mayapada Kuningan, Jakarta sekitar pukul 19.00. Abdul Malik Fadjar adalah seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang menjabat sejak 19 Januari 2015. Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional pada Kabinet Gotong Royong. Beliau lulus di tahun 1972 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Malang. Pada 19 Januari 2015, ia dipilih Presiden Joko Widodo menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Selain itu, mungkin tidak banyak yang tahu jika saat beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di tahun 1983-2000, beliau juga sempat merangkap sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta satu periode di tahun 1994-1995.
Abdul Malik Fadjar pernah menjabat sebagai Menteri Agama pada era Presiden ke-3 RI BJ Habibie dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Kemudian, beliau sempat menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) ad-interim menggantikan Jusuf Kalla yang ketika itu mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada Pemilu 2004.
Di luar bidang pemerintahan, Abdul Malik aktif di Ikatan Cendekiwan Muslim Indonesia (ICMI) dan Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS). Beliau juga dikenal sebagai tokoh bangsa yang sangat peduli pada dunia pendidikan. Darah pendidik menancap kuat dalam dirinya, terutama sejak ia menjadi guru agama di daerah terpencil di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 1959, yaitu Sekolah Rakyat Negeri (SRN) Taliwang.
Perjalanan hidupnya tak pernah lepas dari dunia pengajaran dan pendidikan. Selama puluhan tahun menjadi guru di Muhammadiyah, beliau tak sekadar menjadi seorang pendidik, tapi juga berkontribusi besar membangun sekolah-sekolah Muhammadiyah dan perpustakaan desa di daerah Yogyakarta dan Magelang.