RADIO ELFARA – Jangan remehkan masalah sampah! Selasa (9/8), diadakan Seminar Nasional Lingkungan Hidup pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) VX di Padang. Isu yang diangkat terkait permasalahan sampah perkotaan di tengah arus urbanisasi ini. Wali Kota Bogor, Dr. H. Bima Arya Sugiarto sebagai Ketua Dewan Pengurus Apeksi menyampaikan bahwa urgensi pengelolaan sampah di perkotaan memerlukan fondasi kultur, struktur, dan infrastruktur. “Sampah menjadi pekerjaan rumah (PR) yang besar sekali. Kita merasakan betul masalah ini kompleks. Ada tiga hal yang penting, yakni konseptualnya, lalu kolaborasi dan terakhir menjaga konsistensi,” cetus Bima.
Di samping itu, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menjadi pembicara seminar yang turut mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah harus dilihat sebagai rangkaian dari hulu hingga hilir. “Inisiatif-inisiatif ekonomi sirkular yang mengubah sampah menjadi berkah di Kota Malang sudah banyak dilakukan dan jadi percontohan nasional. Bank Sampah adalah salah satunya. Demikian halnya produk kriya, fesyen, seni, dan karya kreatif lainnya dari bahan daur ulang bisa punya valuasi tinggi,” urai Sutiaji.
Menurut data, pengurangan sampah di Kota Malang mencapai 24,12 persen dari total potensi timbunan sampah 687 ton per hari. Oleh karena itu, terdapat fasilitas yang diberikan seperti TPS 3R, Rumah Pilah Kompos Daur Ulang (PKD), Pusat Daur Ulang (PDU) sampai TPST/ITF yang sudah dibangun untuk mereduksi sampah yang masuk ke TPA. Bahkan TPA Supiturang juga dimodernisasi dan sudah menerapkan sanitary landfill. Seminar ini banyak dihadiri orang penting seperti Direktur Pengurangan Sampah Kementerian LHK, Sinta Saptarino Sumiarno, Public Affairs and Communication Director Coca Cola Indonesia Trijono Prijosoesilo, General Manager Indonesia Packaging Recovery Organization Zul Martini Indrawati, dan Direktur Eksekutif Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Arisman. [GR]