RADIO ELFARA – Memperingati Hari Sungai Nasional pada tanggal 27 Juli Forkom Pokdarwis Isa Wahyudi dan Budayawan Yongki Irawan melakukan larung sesaji labuh kali dan pelepasan ikan wader, ikan kotes, dan ikan endemik kali Brantas. Pelepasan ikan tersebut dilakukan oleh 40 gadis cantik sebagai tanda Festival Kali Brantas di tujuh kampung tematik di kota Malang.
Isa Wahyudi mengungkapkan jika kegiatan festival kali Brantas ini dilakukan sebagai tanda melestarikan budaya dan menanamkan kecintaan terhadap sungai. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin sadar bagaimana merawat sungai agar tetap terjaga kelestarian dan kebersihannya.“Melalui kegiatan ini kami ingin bisa menjadi ajang wisata menarik untuk mengajak masyarakat mau berwisata ke sungai,” ucap Isa. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan setiap tahun,” imbuh Isa.
Isa menambahkan kegiatan larung sesaji di kali Brantas ini juga merupakan kegiatan untuk melestarikan budaya luhur bangsa. Ia menjelaskan jika setiap pergerakan sejarah di Indonesia tidak pernah lepas dari peran dan keberadaan sungai.
“Kami sengaja menggelar kegiatan Festival Kali Brantas ini dari Dinoyo. Karena tidak lepas dari sejarah Dinoyo yang luar biasa,” jelas Isa.
Dinoyo menjadi awal munculnya kerajaan-kerajaan besar di Indonesia, mulai dari Kanjuruhan, Kertanegara, Singosari, dan Majapahit. Setelah dilaksanakan di Kampung Tematik Keramik Dinoyo, Festival Kali Brantas akan dilanjutkan di enam daerah lain diantarnya yaitu Petik Tirto di Kampung Gerabah Penanggungan, Bersih Kaliku Kampung Putih Klojen, Nyanyian Brantas Kaliku Arema, Kampungku Kampung Biru Arema, Bersih Kaliku Bersih Kampungku, Kampung Tridi, Kampung Warna Warni, dan Lampion Wangi.
Tidak hanya melarung sesaji di kali Brantas untuk berdoa agar ke depan lebih banyak keberkahan didapatkan di Kampung Keramik Dinoyo. Dalam acara ini juga digelar beberapa kegiatan lain seperti Kungkum Topo Kali Brantas, Terbangan Kali Brantas, Orasi Budaya, dan Festival Kampung Keramik Dinoyo. [SC]