• By: Radio Elfara

Bertepatan dengan Hari Badak Sedunia,  22 September 2020, Tim Javan Rhino Expedition (JRE) meluncurkan dokumentasi fotografi konservasi badak Jawa dalam buku berjudul "Surviving in Silence". Buku ini merangkum cerita perjalanan Badak Jawa di habitat terakhirnya dan kisah masyarakat lokal yang bergelut dengan konservasi hewan eksotis ini. Awalnya peluncuran karya ini akan dirilis dalam bentuk pameran fotografi, namun dikarenakan adanya pandemi, pameran akan diundur hingga waktu yang belum ditentukan. 

Seperti yang diketahui dua dari lima jenis badak yang tersisa di dunia, berada di Indonesia, yaitu Badak Sumatra dan Badak Jawa. Berbeda dengan Badak Sumatra yang tersebar di beberapa provinsi, Badak Jawa hanya memiliki satu habitat di dunia yaitu Taman Nasional Ujung Kulon. Saat ini, populasi Badak Jawa hanya tersisa 74 ekor dan berbagai ancaman mengintai eksistensinya seperti ancaman penyakit, distribusi pakan yang menurun dan penurunan kualitas genetik. 

Javan Rhino Expedition (JRE) sendiri merupakan upaya kampanye konservasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dan masyarakat lokal penyangga TNUK yang digagas oleh sekelompok anak muda pecinta konservasi di bawah payung PT. Storia Suksesindo Projekta. Ekspedisi ini berusaha mendokumentasikan kondisi Badak Jawa dan masyarakat lokal di Ujung Kulon dalam bentuk fotografi, jurnal dan videografi.