• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA – Perbedaan bisa saja menjadi satu, jika kita mau membuka diri dan menerima. Senin (2/5), terjadi pemandangan tak biasa di halaman Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan Kota Malang. Barisan saf umat Muslim menggelar sajadah untuk menjalankan salat Idulfitri di halaman gereja yang bertetangga dengan Masjid Jami, Kota Malang. 

Saat pagar gereja telah dibuka, para pastor dan suster bersama dengan umat Katolik membagikan koran sebagai alas. Tidak hanya itu, beberapa umat gereja juga menggelar tikar di halaman gereja. “Kami membuka dan mempersiapkan pelajaran untuk digunakan teman-teman Muslim beribadah. Ini sesuatu yang luar biasa bahwa toleransi itu masih kuat di Kota Malang. Pagar gereja kami buka sekitar pukul 04.30 WIB menyambut saudara Muslim yang akan salat Ied,” ungkap salah satu pastor di Gereja Kayutangan, Romo Yoris, O. Carm.

Ternyata hal ini bukan pertama kali terjadi, karena setiap tahun pihak gereja akan mempersilahkan umat Muslim menggunakan pelataran gereja untuk salat Ied. Namun sejak munculnya pandemi dan kegiatan salat dibatasi, maka tidak ada kegiatan ini. Selain itu, jadwal Gereja Kayutangan untuk melakukan misa (ibadah umat Katolik), yang awalnya pukul 06.00 WIB diundur menjadi pukul 12.00 WIB. 

Tidak hanya mempersilahkan umat Muslim untuk salat, para romo, suster, dan umat Katolik juga memberikan salam selamat hari raya kepada umat Muslim yang di halaman gereja maupun melintas di depan gereja. Bahkan beberapa umat Katolik juga ikut memeriahkan dengan mendendangkan lagu bertema Lebaran serta tidak lupa untuk berfoto bersama. Salam toleransi Elfriend. [GR]