• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA – Untuk terus menekan angka perceraian di Kota Malang, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang melakukan berbagai upaya seperti mengadakan program Sekolah Ibu. Selain bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Malang, program Sekolah Ibu merupakan salah satu program andalan yang selama ini dilakukan oleh Dinsos P3AP2KB. Selama tahun 2021 sejumlah tokoh perempuan juga dilibatkan untuk mendukung keberhasilan program tersebut.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang Dra. Penny Andriani, MM, mengatakan Sekolah Ibu terbukti sangat efektif dalam menekan angka perceraian dan pernikahan usia dini di Kota Malang. “Sekolah tersebut terang perempuan berhijab itu, menyasar pasangan pranikah dan pasangan suami istri atau pascapernikahan. Berbagai materi disampaikan seperti bagaimana membentuk keluarga yang sakinah dan bagaimana cara mendidik anak,” terang Penny.

Penny menambahkan, untuk pasangan pranikah atau calon pengantin sebaiknya harus dalam usia ideal untuk menikah. Untuk calon suami setidaknya berusia 25 tahun sedangkan calon istri 20 tahun. Jika usianya dari angka tersebut, Penny mengungkapkan bahwa calon pasangan harus mengantongi persetujuan dari Kantor Kementerian Agama Kota Malang.

Lebih jauh dia menyampaikan, untuk tahun 2022 mendatang, Sekolah Ibu masih akan menjadi salah satu program prioritas. “Kami akan terus mengintensifkan Sekolah Ibu dengan menggandeng sejumlah pihak, seperti Dinas Kesehatan serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Malang Kota,” kata Penny. [SY]

 

Source: malangkota.go.id