• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur turun tangan dalam upaya menekan laju inflasi akibat adanya penyesuaian harga BBM belakangan ini. Berlabel operasi pasar lumbung pangan Jatim, gelaran ini dimulai sejak Senin 19 September 2022 dan akan dilakukan secara berkelanjutan.


Program ini mencakup 25 pasar rakyat yang menjadi pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) dan tersebar di delapan kabupaten/kota. Seperti pasar di Sumenep, Surabaya, Kediri, Madiun, Probolinggo, Banyuwangi, Jember, dan Kota Malang. Kali ini, di Kota Malang operasi pasar ditempatkan di Pasar Besar dan Pasar Dinoyo. Berikutnya, akan ditambah di Pasar Blimbing.


Beberapa hal itu yang disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Konsumen Malang, Diskopindag Jawa Timur, Tri Soebijantoro pada Senin (19/9/2022) saat ditemui di Pasar Besar Kota Malang. Menurutnya, program ini merupakan langkah nyata Pemprov Jatim untuk terus menekan inflasi dan memenuhi kebutuhan sembako masyarakat dengan harga murah. “Dengan operasi pasar ini diharapkan daya beli masyarakat terjaga dan mencegah adanya keresahan akibat mulai naiknya harga sejumlah kebutuhan atau inflasi,” imbuhnya.


Operasi pasar serupa, kata Tri, akan digelar pekan depan atau setiap hari Senin. Harga semua komoditi yang dijual pun dipastikan lebih murah jika dibanding dengan harga di pasaran. Dia mencontohkan, untuk gula pasir dijual Rp 12.000,- per kilogram, sedangkan di pasaran Rp 14.000,-. Begitu juga telor dari harga Rp 26.000,- per kilogram di pasaran, dijual Rp 20.000,- saat operasi pasar ini. [KT]