• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA – Adanya laporan warga mengenai dugaan penularan penyakit kuku dan mulut (PMK) di  ternak sapi milik warga membuat Pemkot Malang bersama Tim Kesehatan Hewan Ternak melakukan pengecekkan langsung untuk meninjau dua titik lokasi peternakan warga RW 6 Kelurahan Lesanpuro. Dari dua lokasi itu terdapat empat ekor dari sembilan sapi yang diperiksa terjangkit PMK. Maka dari itu tim melakukan pemeriksaan terhadap seluruh hewan ternak sapi di daerah RW 6 Kelurahan Lesanpuro keesokan harinya.


Survey PMK tahap II  di wilayah yang sama pada 48 ekor sapi di 18 lokasi peternakan ditemukan sembilan ekor sapi suspek PMK. Melalui laporan yang ada, ditemukan satu ekor sapi berusia 2,5 tahun dengan gejala berat yaitu kuku hampir lepas. Tidak hanya itu saja, ditemukan juga  satu ekor anak sapi berusia dua bulan ditemukan mati. Adanya kasus PMK ini, Tim Kesehatan Hewan Ternak melakukan pengobatan pada sapi yang suspek PMK di wilayah tersebut.


Untuk mencegah penularan kepada sapi lainnya, tim melakukan penyuntikan ke sapi-sapi ternak warga yang masih sehat. Suntikan yang diberikan diantaranya adalah antibiotic long acting, analgesic, dan vitamin. Tidak hanya itu saja tim juga memberikan imun booster dan disinfektan. Tim juga selalu memantau kondisi ternak pasca pengobatan serta memantau penularan yang mungkin bisa terjadi di lokasi tersebut. 


Drs. H. Sutiaji selaku Wali kota Malang  menjelaskan jika Pemkot Malang akan terus melakukan mitigasi untuk mengurangi penyebaran virus PMK  yang dibantu juga dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Wali kota Malang itu juga mengajak agar pihaknya terus bersinergi dan berkolaborasi untuk menciptakan resilience peternakan agar cepat mengatasi wabah PMK. 


Di sisi lain, drh. Anton Pramujiono selaku Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan meminta agar warga tidak panik karena adanya wabah PMK yang menyerang hewan ternak mereka. Masyarakat juga masih bisa dengan aman mengkonsumsi daging sapi asalkan dikelolah dengan baik dan benar. Tidak hanya akan melakukan pengobatan yang dilakukan secara tepat dan cepat, pihaknya juga akan memberikan edukasi kepada para peternak sapi di wilayah tersebut agar segera melakukan desinfeksi apabila menemukan paparan PMK. 


Saya berharap agar ternak tetap menjaga kesehatan ternaknya, menjaga kebersihan kandang, dan menyemprot desinfektan. Menambah kekuatan atau stamina ternak dan tidak mendatangkan atau memasukkan ternak baru ke kandang yang bisa menularkan PMK,” ujar Anton. [SC]