• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA – Strategi percepatan penurunan stunting jadi bahasan penting dalam The 2nd South-East Biennial Conference on Population and Health yang dilaksanakan di gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 4-6 Oktober 2022. Dalam konferensi internasional se-Asia Tenggara ini, dibahas pula kondisi stunting yang terjadi di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara.

Dalam pemaparannya, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) selaku Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyampaikan kesiapan Indonesia dalam menghadapi dependensi rasio di tahun 2035. “Pembangunan keluarga berencana dari BKKBN fokusnya unit analisis terkecil adalah keluarga. Harus bisa merubah dari keluarga. Visi BKKBN adalah keluarga berkualitas.”

Sementara itu dari pihak akademisi yang diwakili oleh Universitas Brawijaya Malang, implementasi pencegahan stunting telah dilaksanakan sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi melalui kajian terkait stunting, edukasi kepada masyarakat, serta pengabdian masyarakat melakui Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertema stunting dan program “Dokter Mengabdi” yang dilakukan oleh para mahasiswa dan dosen. Kerjasama antara perguruan tinggi dengan instansi juga dilakukan untuk mempercepat pencegahan stunting di masyarakat. “Bekerjasama dengan BKKBN dan pemda serta perusahaan untuk melakukan pengmas dan penelitian terkait kependudukan dan stunting. Aktif pendampingan kepada masyarakat terkait stunting. 800 mahasiswa dan dosen terjun langsung. UB aktif dalam berbagai bentuk pengmas. Dokter mengabdi tidak hanya di Malang tapi juga di beberapa tempat di Indonesia,” penjelasan dari Prof Widodo, S.Si.,M.Si.,Ph.D.Med.Sc selaku rektor Universitas Brawijaya (UB).

Angka stunting di Indonesia sendiri saat ini mencapai 24% sementara di Jawa Timur angka stunting 2,3% lebih rendah daripada angka stunting nasional. Untuk mencapai penurunan stunting telah dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mulai dari pusat sampai tingkat desa. Selain TPPS yang terdiri dari Ibu PKK, bidan setempat dan penyuluh KB setempat, dilaksanakan pula Memorandum of Understanding (MoU) antara BKKBN dengan Kementerian Agama terkait kewajiban pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. “Sudah MOU dengan menteri agama semua yang mau nikah tidak hanya dikonseling tapi juga diperiksa. Minimal lengan 23.5 cm. Terlalu kurus hamil bisa stunting,” ucap dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K).

Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 200 partisipan yang tergabung secara offline maupun online dari berbagai daerah di Indonesia dan Asia Tenggara. Selain workshop acara juga diramaikan dengan pameran program dari BKKBN Pusat, BKKBN Jawa timur, Universitas Brawijaya dan pameran produk Usaha Peningkatan Pendapatan Kelompok Akseptor (UPPKA) Jawa Timur. [Az]