• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA – Cepatnya arus informasi di masyarakat dan persaingan yang semakin ketat antar media, terutama di tengah pandemic, pada akhirnya berdampak pada banyaknya pelanggaran kode etik jurnalistik. Isu-isu menarik ini kemudian menjadi bahasan dalam acara “Sosialisasi Kode Etik Jurnalistik dan Ketentuan Lainnya Bagi Wartawan” yang diadakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang, Rabu (9/6).

Acara dibuka oleh sambutan dari Wakil Bupati Malang Drs. Didik Gatot Subroto yang membahas tentang pentingnya memanfaatkan peluang-peluang dari berbagai sector pekerjaan untuk tetap survive di tengah pandemic. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai “Jurnalisme Tanpa Hoaks, Masa Depan Pers Indonesia” oleh Agus Sudibyo, saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers

Paparan berikutnya diberikan oleh Drs. Ainur Rohim, M.IP selaku ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur mengenai kode etik jurnalistik dan Asan Haji selaku Direktur Lembaga Pemberdayaan Wartawan (LPW) PWI Malang Raya mengenai tanggung jawab atas kode etik jurnalistik.

Dalam diskusi yang berlangsung kurang lebih 4 jam, dipahami bahwa penting adanya pemahaman kode etik jurnalistik dan keberdayaan untuk melaksanakannya tanpa tekanan dari pihak lain. Kode etik jurnalistik menjadi tanggung jawab semua pihak. Baik dari jurnalis itu sendiri, manajemen media, pemerintah dan stakeholder lainnya [Az].