• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA Belum adanya keidealan dalam Angka Konsumsi Ikan (AKI) membuat Drs. H. Sutiaji selaku Wali kota Malang menyampaikan jika kunci penguatan makan ikan harus dibuat dengan menarik dan masif. Hal itu harus dimulai dari keseharian mulai dari rumah, sekolah, dan lingkungan aktivitas agar anak-anak gemar makan ikan. Sutiaji juga menyampaikan jika produksi ikan di  kota Malang meningkat 7,7 persen.

Sutiaji juga memberikan sambutan dalam acara Gebyar Gemarikan 2022, Selasa (14/6) “Ini hasil kolaborasi untuk inovasi mengembangkan metode dan pengetahuan budidaya perikanan perkotaan, seperti penggunaan kolam terpal, budidaya ikan dalam ember, dan bioflok,”. Tidak hanya itu saja, Sutiaji juga memberikan apresiasinya kepada Forikan Kota Malang karena upaya dan terobosannya dalam mengampanyekan ikan sebagai sumber gizi. “Komik, dongeng, dan kuliner kreatif bisa dikembangkan dan menjadi sebuah kekuatan. Menarik juga dikolaborasikan dengan pelaku ekraf di Kota Malang dan pendidikan anak usia dini untuk memacu Gemarikan,” ujar Sutiaji.

Wali kota Malang itu juga mengajak seluruh pihak khususnya ibu-ibu untuk menyosialisasikan pentingnya makan ikan agar dapat membentuk generasi yang sehat dan cerdas. Hal tersebut dilakukan oleh Sutiaji agar konsumsi ikan naik sehingga pemenuhan gizi bisa tercapai.  

Golnya, AKI Kota Malang yang masih 36,14 kg/kapita dapat semakin meningkat, menyamai atau bahkan lebih tinggi angka capaian provinsi dan nasional. Kalau gizi terpenuhi maka tercapailah generasi emas dan bangsa sehat. Mulai tahun 2019 angka stunting terus turun dan ini salah satunya karena meningkatnya konsumsi makan ikan. Harapannya di 2050 menjadi negara raksasa di dunia,” ucapnya.

Di sisi lain, Sri Winarni, SH., MM selaku Plt. Kepala Dispangtan Kota Malang menjelaskan jika Dispangtan terus memberikan inovasi agar meningkatkan produksi dan konsumsi ikan di kota Malang.

Produksi ikan di Kota Malang semakin bertambah dari tahun ke tahun. Karena kegiatan pembinaan yang dilakukan kepada pembudidaya ikan. Kita berikan bantuan sarana prasarana budidaya perikanan ikan tawar di pembudidaya ikan. Nah, kita juga bertanggung jawab untuk terus melakukan meningkatkan konsumsi ikan di Kota Malang. Karena ikan ini punya kandungan dan nilai gizi yang tinggi dan sangat bagus untuk pertumbuhan otak anak. Sehingga di tahun mendatang kita akan mendapatkan sumber daya manusia yang unggul,” tuturnya.

Terdapat di antaranya 90 kolam biofolk/terpal pada tahun 2020. Sebanyak 100 kolam biofolk dan 75 paket budidaya ikan dalam ember (budikdamber), dan 40 kolam lele keluarga disalurkan pada tahun 2021. Sedangkan di tahun 2022 ini, Dispangtan menyalurkan 180 kolam bioflok serta sarana prasarana budidaya untuk enam kelompok pembudidaya perikanan milenial. Seluruh bantuan tersebut diberikan oleh Dispangtan untuk sarana prasarana budidaya perikanan.

Dispangtan dan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) dalam acara Gebyar Gemarikan 2022 melakukan lomba dongeng untuk Guru PAUD di kota Malang dengan tema ‘Makan Ikan, Badan Sehat, Kuat dan Cerdas.’ Tidak hanya itu saja, acara dilanjutkan dengan sosialisasi Gemarikan pada ibu yang mempunyai bayi dan balita. Dalam acarar tersebut juga diluncurkan buku komik Gemarikan. [SC]