• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memberikan pembinaan kesehatan pada santri putri di Ponpes Darul Ukhuwah Putri, Kelurahan Cemorokandang, Sabtu (17/9). Pembinaan ini merupakan program rutin dan prioritas Dinkes Kota Malang yang meliputi pengkajian perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di pondok pesantren, peningkatan pengembangan pos kesehatan pesantren (poskestren), inspeksi rutin, penyuluhan kesehatan remaja, dan pemberian tablet tambah darah (TTD) dalam rangka pencegahan stunting. 


Subkoordinator Sub Substansi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kota Malang,  Sri Wahyuni, S.Sos., M.AP menuturkan bahwa penting sekali bagi remaja putri (rematri) untuk mulai mempersiapkan kesehatannya dari sekarang sebagai upaya  meminimalisir terjadinya stunting pada bayi yang akan dilahirkannya kelak. Ada sekitar 500 orang santriwati yang menjadi sasaran dalam program ini. Pembinaan dilakukan di pesantren mengingat pesantren merupakan tempat tinggal banyak orang dalam waktu yang relatif lama. Sehingga berpotensi menyebabkan munculnya masalah terkait kesehatan. Selain itu, para santriwati ini menjadi sasaran prioritas dalam pencegahan stunting. Oleh karenanya, dalam kesempatan ini diberikan TTD kepada santriwati yang diminum serentak. Minum TTD merupakan salah satu strategi pencegahan stunting di fase awal.


“Program rematri merupakan salah satu program pencegahan anemia pada remaja putri yang rentan mengalami anemia terutama pada saat menstruasi. Pemberian TTD pada remaja putri membantu mencukupi kebutuhan zat besi mereka, walaupun yang paling utama memang dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari yang mengandung zat besi,” tuturnya. Lebih lanjut, Sri memaparkan bahwa tujuan utama dari pemberian TTD pada rematri adalah agar rematri tidak mengalami anemia pada saat masa kehamilan, karena mereka adalah calon ibu di mana saat hamil kecukupan gizi janin yang dikandung adalah tergantung pada kecukupan gizi si ibu. Anemia pada ibu hamil dapat berdampak buruk pada kesehatan ibu dan janin. Anemia dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan janin yang akan berisiko menjadi balita stunting. Selain itu, bahaya bagi ibu adalah menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan yang dapat menyebabkan kematian ibu dan anak. Pemberian TTD pada rematri diharapkan dapat membantu menekan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) di Kota Malang.


Kegiatan ini juga merupakan upaya  peningkatan pengembangan poskestren. Poskestren adalah kependekan dari Pos Kesehatan Pondok Pesantren. Poskestren merupakan salah satu bentuk UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) di pondok pesantren. Poskestren yang sudah terbentuk mulai tahun 2021 ini telah bermitra dengan Puskesmas Gribig dan RS Wajak Husada dalam bentuk pelayanan kesehatan dasar di pondok pesantren, serta telah disediakan ruang pelayanan poskestren yang terpisah untuk santri sehat dan santri sakit. Hasil penilaian tingkat perkembangan poskestren Ponpes Darul Ukhuwah Putri tahun 2022 berada pada tingkat Purnama, dengan hasil penilaian PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) pondok pesantren berada pada klasifikasi IV atau sehat paripurna.


Subkoordinator Sub Substansi Promosi Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Malang, Dyah Styatie, SKM menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pembinaan ini secara rutin setiap tahun. “Pondok pesantren merupakan komunitas terkecil dari sebuah komunitas masyarakat yang diharapkan mampu melindungi dan menjaga keluarganya (masyarakat di pondok pesantren) untuk berperilaku hidup bersih dan sehat," ungkapnya. [KT]