• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA – Pengentasan kawasan kumuh menjadi inspirasi bagi wilayah lain bahkan sampai belahan dunia lainnya. Oleh karena itu, hal ini dijadikan salah satu agenda strategis perkotaan terutama di Malang. Melalui pendekatan kolaboratif berbasis kawasan hingga tahun 2021, kota Malang berhasil mengatasi 88% dari total 608,5 hektar area kumuh. Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji begitu optimis dengan pendekatan kolaboratif penanganan kawasan ini karena bisa menjadi strategi yang tepat. 

Saat menerima kunjungan tim Bank Dunia, Kementerian PUPR, serta Bappenas RI di Balai RW 4 Kampung Kayutangan Kauman, Sutiaji mengucapkan terima kasih ke semua pihak atas partisipasinya. “Kami sampaikan terima kasih atas peran serta semua pihak. Kayutangan sekarang menjadi model pembelajaran yang menarik atensi banyak pihak, bahwa penanganan kumuh bisa sinergi dengan peningkatan nilai kawasan, pemberdayaan dan partisipasi,” terang Sutiaji. 

Tidak hanya itu, Sutiaji juga mengungkapkan bahwa penataan Kayutangan mencakup aspek fisik dan nonfisik. Untuk wujud fisiknya sendiri, terlihat dari koridor dan kampung yang dibuat sejak 2019 bersama pemerintah pusat. Di samping itu juga ada penataan jalan lingkungan, ruang terbuka, hidran, lampu jalan, penanda arah, toilet umum, dan berbagai street furniture. Tentu saja fasilitas ini membuat Heritage Kayutangan semakin layak dihuni dan bernilai serta bermanfaat bagi warga. 

Sedangkan dari Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Ms. Satu Kristiina Jyrintyar Kahkonen ikut memberikan apresiasi kepada Pemkot Malang dalam menjawab tantangan kumuh perkotaan ini. “Terima kasih atas kesempatan melihat langsung kolaborasi yang sudah dilakukan di kota Anda yang indah. Senang sekali melihat wajah-wajah gembira di kampung yang telah ditata ini dan kami siap menatap ke depan, mengolaborasikan langkah-langkah penanganan kumuh selanjutnya,” ungkap Kristiina. Ternyata di acara ini, turut hadir juga Direktur Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kementerian PUPR Wahyu J. Kusuma dan tim Direktorat Pemukiman Kementerian Bappenas. [GR]