• By: Radio Elfara

RADIO ELFARAPemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama dengan warga bahu-membahu menguatkan komitmen mengurangi dan menangani permasalahan sampah. Seperti yang dilakukan oleh warga di lingkungan RW 5 Kelurahan Dinoyo dengan cara menginisiasi kegiatan tukar sampah dengan sembako di Balai RW 5. 

Sebelumnya, di lingkungan tersebut telah di-launching Bank Sampah Delima. Kegiatan tukar sampah dengan sembako pun dilaksanakan dengan tujuan untuk mengurangi penumpukan sampah yang ada di lingkungan RW 5. Imam Wahyudi, salah satu pengurus Bank Sampah Delima menyampaikan bahwa warga menukar sampah anorganik seperti kertas, botol bekas, minyak goreng bekas dengan sembako (beras, gula, dan minyak goreng). “Kegiatan tukar sampah dengan sembako ini sebagai upaya mengurangi volume sampah dan membantu masyarakat. Tujuannya masyarakat mampu secara mandiri mengelola sampah organik maupun anorganik. Sehingga beban TPS atau TPA berkurang,” papar Imam, saat ditemui pada Hari Minggu lalu (6/3).

Untuk teknisnya, warga mendaftar secara langsung sebagai nasabah di Bank Sampah Delima. Lalu, sampah harus sudah dipilah dari rumah dengan kriteria sampah yang diterima adalah kardus, kertas, koran, botol air mineral. Warga tidak akan langsung diberi sembako saat menukar sampah, melainkan akan diberi poin terlebih dahulu. “Sistem pencatatannya dengan poin. Rata-rata masyarakat masih menyimpan hasil setor sampah ke dalam buku rekening nasabah. Hasil setor sampah tersebut akan ditukarkan dengan sembako ketika menjelang bulan Ramadan,” jelas Imam.

Apabila poin sudah mencukupi, maka dapat ditukar dengan sembako. Apabila poin belum mencukupi atau sisa berlebih, maka akan menjadi saldo yang tercatat di buku tabungan nasabah. Untuk besaran poinnya berbeda-beda, beras kemasan 0,5 kg dapat ditukar dengan 500 poin. Sedangkan gula pasir 0,5 kg bisa ditukar dengan 925 poin, serta minyak goreng 500 ml setara dengan 500 poin.

“Terkait animo warga, masyarakat cukup antusias. Pada tahap pre launching ini ada sekitar 50 warga yang mendaftar menjadi nasabah. Harapannya, kegiatan ini bisa terus berlanjut dan bisa dikembangkan,” pungkas Imam. [SA]