RADIO ELFARA – Beberapa tahun belakangan sejak adanya pandemic COVID-19, bisnis dihadapkan era distruptif yang menyebabkan krisis multidimensional. Tentu saja kondisi ini berdampak pada pasar yang menjadi lebih cair (fluid), di mana terjadi perubahan yang begitu cepat dan tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu, Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia (AIABI) menggelar kongres dan seminar bertema “Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pasca COVID-19”.
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya menjadi tuan rumah di kongres ke-5 sejak pendirian AIABI pada tahun 2008, yang akan diadakan pada 26-27 Juli 2022. Acara ini akan dihadiri 207 peserta dari 81 perguruan tinggi seantero Indonesia. Senin (25/7) Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Andy Fefta Wijaya, MDA, PhD berharap dengan adanya kongres dan semnas ini, AIABI dapat berkontribusi optimal untuk menghasilkan serangkaian ilmu dalam kajian Administrasi Bisnis.
Harapan lainnya, AIABI juga dapat memperkuat landasan keilmuan serta kolaborasi antar anggota agar tetap berjalan untuk mendapatkan kemandirian dalam menghadapi berbagai macam tantangan serta ancaman yang bersifat disruptif kedepannya. Informasi lainnya, Fakultas Ilmu Administrasi sudah dikenal sebagai centre of excellence sejak tahun 1960-an sampai sekarang. Sedangkan Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis (AIABI) dan Asosiasi Ilmu Administrasi Publik Indonesia (IAPA), merupakan dua asosiasi yang berdirinya memang dikontribusikan ole FIA Universitas Brawijaya. [GR]