RADIO ELFARA – Akhir-akhir ini marak isu jual beli darah yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dan mengatasnamakan beberapa institusi terkait, seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI). Terkait dengan fenomena berbahaya tersebut, terlebih Indonesia masih dalam kondisi pandemi maka PMI dan PDDI dituntut untuk lebih transparan dan dapat membuktika jika isu-isu negatif yang selama ini beredar di masyarakat terkait dengan donor darah adalah tidak benar.
Mengatasi
masalah tersebut, PDDI Kota Malang melakukan berbagai upaya guna menekan dan
menepis isu-isu negatif, seperti dengan diluncurkannya website pddimalang.id
pada Senin (20/9) di aula Kantor RRI Kota Malang. Website ini dapat
dimanfaatkan untuk memverifikasi berbagai informasi yang dirasa janggal,
sehingga masyarakat dapat memiliki sumber informasi terpercaya dan tidak mudah
terpengaruh hoaks.
Ketua
PDDI Kota Malang sekaligus Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji membenarkan
inisiatif itu usai acara peluncuran website tersebut. Melalui kolom pengaduan pada website,
berbagai informasi yang berhubungan dengan donor darah bisa ditanyakan setiap
saat. Selain itu, dari website tersebut masyarakat dapat mengakses informasi
utama terkait jadwal donor darah, persayaran menjadi pendonor, dan mengecek stok
darah yang tersedia di PMI Kota Malang.
“Website
ini sekaligus sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan literasi bagi
masyarakat akan pentingnya donor darah. Seperti sangat bermanfaatnya setetes
darah bagi orang yang membutuhkan hingga akan meningkatkan kesehatan bagi sang
pendonor. Dari donor darah, juga akan terbangun rasa kebersamaan dan saling
membantu sesama,” Kata
Sutiaji.
Sutiaji
menambahkan, untuk proses donor darah, terutama donor darah konvalesen
terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga juga akan membutuhkan
biaya. Dari fakta tersebut Sutiaji meluruskan mengapa proses donor darah dapat
memakan waktu yang lama, sehingga masyarakat tidak mengaitkan waktu yang lama
tersebut sebagai upaya jual beli darah.
Pihak
PDDI Kota Malang juga terus berupaya untuk menepis dan menekan isu tersebut
dengan menggandeng sejumlah pihak, seperti lembaga penyiaran publik RRI dan
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang. Sehingga nantinya
masyarakat dapat mendapatkan informasi yang tepat dan akurat, sekaligus
mencegah beredarnya berita hoaks. [SY]
Source:
malangkota.go.id