RADIO ELFARA – Kamis (28/4), Indosat Ooredoo Hutchison (IDX: ISAT) (“IOH” atau “Perseroan”), telah memberikan laporan tentang kinerja keuangannya di tahun 2022. Pendapatan dan EBITDA di tahun 2022 ini, ternyata didorong oleh peningkatan basis pelanggan, inovasi produk, program integrasi merger efektif serta pengendalian biaya. Tidak hanya itu, IOH juga meluncurkan inisiatif digital termasuk UCan dan Bima Kredit dan melakukan kerja sama dengan mitra global untuk membawa teknologi serta solusi terbaik ke Indonesia.
Perseroan juga bergerak dengan cepat melakukan proyek percontohan dengan tujuan untuk mengintegrasikan jaringannya dengan teknologi Multi-Operator Core Network (MOCN) setelah selesainya merger. Di samping itu, IOH memiliki komitmen untuk menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia melalui berbagai inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan. Caranya dengan meluncurkan program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan di Mandalika agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan UMKM. Hal ini akan mendapat bantuan modal dari platform pinjaman digital Indosat Ooredoo Hutchison yaitu UCan (bekerja sama dengan QNB Indonesia) dan Bima Kredit (bekerja sama dengan Maucash).
Hasil penggabungan di tahun 2022 ini, IOH berhasil resmi menjadi bisnis telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Karena dengan skala dan kekuatan yang lebih besar, Perseroan terus memberikan pengalaman digital kelas dunia kepada pelanggan. Selain itu, IOH juga terus menciptakan nilai lebih serta mempercepat transformasi digital Indonesia bagi para pelanggan dan juga pemegang saham. Di akhir tahun 2025, perseroan memiliki target yaitu memberikan pemerataan akses teknologi di Indonesia dengan memperkuat infrastruktur jaringan dengan menambahkan 11.400 site baru dan perluasan jangkauan jaringan ke 7.660 desa baru. [GR]