RADIO ELFARA – Dalam beberapa minggu terakhir diketahui adanya kasus positif covid-19 pada sebuah sekolah sehingga kasus positif covid-19 kembali naik. Meski begitu Pemkot Malang tetap melanjutkan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Kendati demikian, pihak sekolah diwajibkan untuk dengan ketat mematuhi protokol kesehatan yang sudah ada.
Melihat temuan kasus pada beberapa sekolah, Suwarjana, SE., MM, Kepala Disdikbud Kota Malang mengatakan bahwa PTM akan tetap berjalan seperti sebelumnya. “Kebetulan sekolah tersebut bukan dalam kewenangan kami. Kalau di wilayah kami ada terjadi ya hanya di sekolah itu saja yang akan kita tutup, bukan terus kita tutup semua. Kasihan lah anak-anak dan orang tua yang sudah senang tatap muka. Pak wali juga menghendaki terselenggaranya tatap muka ini” jelas beliau saat dijumpai di ruang kerjanya pada Kamis (20/1)
Suwarjana mengungkapkan bahwa keputusan pelaksanaan PTM 100 persen di Kota Malang ini bukan sekedar dari SKB (surat keputusan bersama) Empat Menteri tetapi juga didukung oleh tekad masyarakat. “Setiap kami tanya di lapangan, anak-anak ternyata lebih memilih PTM. Karena bisa lebih paham dan bisa bertemu teman dan gurunya. Demikian juga dengan orang tua yang kadang merasa sulit mengajari dan harus bekerja, lebih senang anaknya sekolah tatap muka,” ucapnya.
Sejak 10 januari 2022, Disdikbud Kota Malang telah menerapkan PTM 100 persen dan mengevaluasi rutin sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. “Evaluasi kita lakukan setiap akhir minggu atau tepatnya pada hari Sabtu. Sifatnya adalah laporan dari sekolah terkait jumlah peserta tatap muka, berapa yang tidak ikut, alasannya apa, kemudian ada kasus positif Covid-19 atau tidak. Alhamdulillah untuk yang ditangani Disdikbud Kota Malang, seperti SD, SMP negeri dan swasta, maupun TK dan PAUD itu masih aman,” ucapnya.
Bersama Dinas Kesehatan Kota Malang, Disdikbud bekerja sama untuk memastikan warga sekolah dan sekitarnya aman dan dalam kondisi yang sehat. Siswa usia 12 tahun keatas 100 persen telah tervaksin. Sedangkan siswa pada usia 6-11 tahun sudah mencapai 80 persen untuk vaksin dosis pertama. Tes swab antigen juga dilaksanakan secara acak untuk sekitar 20-25 persen bagi siswa dan semoga guru/non guru.
“Saya berharap para orang tua tidak merasa resah akan diselenggarakannya PTM ini. Namun harus tetap menjaga protokol kesehatan dan mengikuti kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan sekolah selama berlangsungnya PTM,” tutupnya.[SS]