• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA – Dalam rangka menerapkan protokol kesehatan, vaksinasi dosis kedua dan ketiga dipercaya dapat mengurangi kasus Covid-19 terutama varian barunya, omicron. Pemerintah menegaskan untuk warga yang belum divaksin, atau yang belum mendapatkan dosis kedua dan ketiga hendaknya segera menjalankan vaksinasi.

Ditegaskan oleh Menko PKM (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP pada peninjauan pelaksanaan vaksinasi di Kota Malang pada Minggu lalu (27/2). Beliau meninjau vaksinasi pada klinik TNI di rampal dan pada pusat perbelanjaan sekitar Alun – Alun Merdeka. 

Meskipun gejala atau efek dari terserang virus omicron ini tidak terlalu parah dibandingkan dengan varian delta, yang hanya gejala ringan dan sedang, Menko PMK mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati. “Penularan virus ini sangat cepat, sehingga harus benar-benar diantisipasi,” ucapnya. 

Selain mempercepat pelaksanaan vaksin dosis kedua dan ketiga, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menegaskan agar vaksinasi terhadap para lanjut usia lebih dipercepat lagi. Dikarenakan para lansia sangat rentan untuk terpapar Covid-19 dimana di beberapa kabupaten/kota pelaksanaannya masih terhambat. 

Di daerah lain, selain di Kota Malang, capaiannya pun kurang dari 70 persen, maka dari itu harus dilakukan percepatan. Sejauh ini sekitar 46 persen orang yang rawan terpapar atau saat terpapar dengan gejala berat, selain lansia juga karena belum vaksin, belum menerima vaksinasi dosis kedua maupun ketiga serta abai terhadap protokol kesehatan,” jelas beliau. 

Berdasarkan instruksi dari Kementrian Kesehatan yang disampaikan Menko Muhadjir, biasanya vaksinasi ketiga bisa dilakukan 6 bulan setelah vaksinasi kedua, kini diperbarui sudah bisa terlaksana 3 bulan setelah vaksinasi kedua. Di sisi lain, beliau berterima kasih kepada berbagai pemangku kepentingan seperti TNI-Polri Kota Malang yang telah memberikan layanan pengumpulan vaksinasi untuk bagi para lansia dan penyandang disabilitas. 

Menerangkan lebih lanjut, Muhadjir menyampaikan bahwa pascaimunisasi atau KIPI masih minim, jikalau terjadi juga masih bisa ditolerir karena dampaknya seperti biasa, demam dan pusing. Secara umum di Kota Malang pelaksanaan vaksinasinya, terutama bagi lansia sudah cukup bagus karena sudah mencapai 70 persen, meski demikian harus terus dilakukan percepatan,” ucapnya.

Erik Setyo Santoso, ST., MT, Sekretaris Daerah Kota Malang yang ikut mendampingi Menko PMK menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menggalakkan pelaksanaan vaksinasi terutama bagi para lansia, penyandang disabilitas, dan pelajar. “Selama ini kami menggandeng berbagai elemen masyarakat guna maksimalisasi pelaksanaan vaksinasi ini,” ucapnya.   

Erik menegaskan, walau sudah mendapat vaksin dosis ketiga atau booster, masyarakat hendaknya tetap patuhi protokol kesehatan. “Vaksin ini bukan obat, tapi untuk menekan resiko atau dampak yang ditimbulkan ketika seseorang terpapar Covid-19,” pesannya.[SS]