• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA – Bersama 47 kabupate/kota di Indonesia, Kota Malang berkesempatan menjadi salah satu kota yang mendapat pendampingan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dalam program smart city atau sebagai kota cerdas tahun ini. Dalam program ini terdapat enam indikator, yakni smart governance, smart economy, smart branding, smart environment, smart living, dan smart society.

Terkait dengan program tersebut, selama 10 tahun ke depan atau hingga tahun 2031 berbagai inovasi harus terus dilakukan oleh Kota Malang guna membantu dan menyelesaikan berbagai permasalahan perkotaan. Dengan adanya program smart city ini, diharapkan mampun meningkatkan daya saing daerah dan meningkatkan kualitas berbagai layanan.

Kesungguhan dalam merealisasikan program tersebut dibuktikan Pemkot dalam gelaran komitmen bersama menuju ‘Malang Smart City’ di Balai Kota Malang, Selasa (30/11). Pada momen ini, semua pimpinan satuan kerja di Pemkot Malang membubuhkan tanda tangannya guna penguatan dan optimalisasi menuju Malang Smart City. Selain itu, secara simbolis Kemkominfo juga menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Malang atau prestasi yang diraih Diskominfo Kota Malang, yakni juara I Pengelolaan Website Kabupaten/Kota pada ajang Anugerah Media Humas 2021.

Seusai gelaran tersebut, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan tujuan dari program ini adalah percepatan, ketepatan, dan transparasi. Dengan ini kedepannya para Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak perlu memiliki keraguan dan ketakutan dalam bekerja, jika masyarakat sudah cerdas maka tentunya akan menambah kenyamanan para ASN dalam bekerja.

“Dari semua itu, maka yang namanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau kebijakan-kebijakan yang dijalankan atau disusun akan berpihak kepada rakyat dan lebih aspiratif. Termasuk bagaimana kontribusi masyarakat untuk turut mengangkat kota ini menjadi kota yang berdaya saing hingga mendatangkan investor,” papar Sutiaji.

Jika pelayanan memuaskan dan birokrasinya tidak berbelit, maka investor akan semakin yakin untuk berinvestasi di Kota Malang. “Semua satuan kerja akan bekerja lebih keras lagi, begitu juga Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan dewan smart city selaku dirigen program ini,” ungkap Sutiaji.

Kepala Diskominfo Kota Malang Muhammad Nur Widianto, S.Sos mengatakan akan melakukan berbagai optimalisasi, terutama terkait indikator pendukung dan penilaian program smart city. Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi dengan sejumlah pihak, seperti perguruan tinggi dan komunitas pegiat teknologi informasi. Dalam waktu dekat semua layanan pemerintahan akan berbasis digital, sehingga pelayanan dapat lebih cepat dan praktis. [SY]

 

Source: malangkota.go.id