• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA – Kampung Sanan yang dikenal sebagai pusat oleh-oleh tempe dan ekonomi berbasis tempe, mengadakan acara Festival Kuliner Tempe Sanan secara virtual, Minggu (17/10). Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji juga menyampaikan apresiasinya kepada Kampung Sanan, karena produksi tempenya tidak hanya dinikmati oleh masyarakat dalam negeri tetapi juga sudah sampai ke mancanegara.

“Saya sangat mengapresiasi festival yang merupakan hasil kolaborasi dari berbagai elemen ini. Diharapkan pergerakan ekonomi di sini bisa semakin bagus, sehingga gairah ekonomi di Kota Malang juga makin tumbuh,” ujar Wali Kota Sutiaji

Di kampung yang terletak di Jalan Sanan Gang III Kelurahan Purwantoro ini terdapat sekitar 600 perajin yang memproduksi tempe dan keripik tempe. Kesadaran masyarakatnya yang kuat untuk membangun wilayahnya membuat Kampung Sanan memiliki banyak spot-spot yang bagus untuk berbelanja tempe dan berbagai olahannya. Dengan akses yang mudah untuk ke spot-spot tersebut, diharapkan ke depan Kampung Sanan akan semakin ramai.

Pengurus Pokdarwis Kampung Sanan Trinil Sriwahyuni, mengungkapkan Festival Kuliner Tempe Sanan yang digelar secara virtual ini bertujuan untuk mempromosikan Kampung Sanan. Karena selama pandemi Covid-19 mengalami penurunan yang sangat drastis, yaitu penurunan ekonomi baik pengolahan ataupun pembuatan tempe dan keripik tempe.

“Selama pandemi masyarakat Kampung Sanan tidak hanya tinggal diam. Tetapi mereka berinovasi, baik itu dari olahan limbah seperti kulit kedelai atau tepung dari tempe yang diolah menjadi makanan kekinian,” kata Trinil.

Trinil memiliki harapan bahwa nantinya olahan tempe dapat dinikmati oleh anak-anak milenial, oleh karena itu tujuannya agar olahan tempe ini dapat masuk ke kafe, pusat oleh-oleh, dan sebagainya. Selain itu limbah bekas rebusan air kedelai juga bisa dimanfaatkan menjadi nata de soya, dari kulit kedelai diinovasi menjadi olahan-olahan kekinian, seperti brownies, pudding silky, dan macaroon.

Ia melanjutkan, dari tepung tempe dapat diolah menjadi olahan stick atau kerupuk seperti stick tempe, stick mendol, dan stick bawang. Tidak hanya itu, tepung tempe juga bisa menjadi aneka cookies seperti kastengel serta olahan lain seperti berger dan rolade tempe.

“Pada festival ini berbagai olahan itu kami launching atau diperkenalkan kepada masyarakat agar di Kampung Sanan ini unggulannya tidak hanya tempe dan keripik tempe. Tetapi ada juga olahan-olahan turunan dari tempe yang siap untuk ikut meramaikan oleh-oleh khas Kampung Sanan,” pungkas Trinil. [SY]

 

Source: malangkota.go.id