RADIO ELFARA – Kamis (7/4), Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menghadiri Presentasi Kajian Aspek Teknis Pembangunan Underpass Persimpangan Blimbing, Kota Malang di Ruang Sidang Graha Rektorat Lantai 9 Universitas Negeri Malang. Acara ini diadakan untuk proses pemantapan realisasi pembangunan underpass, agar mengurangi kemacetan yang sering terjadi. Di sini Sutiaji juga mengucapkan terima kasih, serta mengapresiasi laporan akhir kajian teknis penanganan persimpangan Blimbing yang disampaikan oleh Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.
Menurut pendapat Wali Kota Malang Sutiaji, pembangunan underpass dipilih karena tidak mengganggu aktivitas masyarakat dalam perekonomian. Diharapkan dengan pembangunan ini, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta biaya yang dikeluarkan tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan overpass. “Kenapa kita pakai underpass bukan overpass, tadi sudah dijelaskan dan termasuk pembiayaannya. Penyempurnaannya nanti akan kami buat Detail Engineering Design (DED). Idealnya jadi enam jalur, kalau selama ini kan ada dua jalur. Jadi jalur samping kanan dua jalur, samping kiri dua jalur dan bawah dua jalur,” jelasnya.
Berdasarkan hasil analisis kondisi tanah setempat , salah satu dosen Jurusan Teknik Sipil Dr. Dwi Siswahyudi, MT menyatakan lokasi tersebut layak untuk rencana pembangunan underpass. Ada dua persimpangan yang berdekatan dan memperhatikan kondisi lapangan, maka rencananya akan dibangun underpass sepanjang 520 meter. Selain meningkatkan kualitas lalu lintas dan mengurangi kemacetan, diharapkan juga pembangunan underpass ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. [GR]