• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA - Di Malang ada lho Elfriend, tempat di mana kamu bisa nikmati koleksi karya musik dari berbagai negara dan era.Museum tersebut memiliki nama Museum Musik Indonesia (MMI) yang berada di Jalan Nusakambangan Nomor 19, Kota Malang. Museum yang satu ini merupakan museum pertama di Indonesia yang mengangkat tentang industri musik. Yup namanya Museum Musik Indonesia yang berdiri sejak tahun 2009 dan dulunya dijuluki Galeri Malang Bernyanyi serta telah diresmikan oleh Wali Kota Malang pada saat itu. Dalam museum tersebut memiliki beraneka macam koleksi musik mulai dari era 60-an hingga saat ini lho Elfriend. 

Banyaknya koleksi dalam museum tersebut tentu saja berasal dari berbagai pihak serta terdapat beberapa koleksi yang merupakan hasil dari sumbangan masyarakat. Hal tersebut  terjadi sebab setiap adanya sumbangan maka sumbangan tersebut akan diunggah di Facebook, sehingga mendorong minat masyarakat untuk berpartisipasi menyumbang koleksi musik yang mereka miliki.

Setelah adanya peraturan dari pemerintah yang mewajibkan museum harus berbadan hukum, maka pada tahun 2016 didirikan Yayasan Museum Musik Indonesia yang dibantu oleh Pemkot Malang. Museum Musik Indonesia ini sudah beberapa kali berganti lokasi, yang pada awalnya tiga tahun berada di Jalan Citarum Nomor 17 Kota Malang lalu kemudian pindah ke daerah Soekarno-Hatta Kota Malang. Pada tahun 2021 kemarin Museum Musik Indonesia telah memiliki sekitar 40 ribu koleksi musik yang diantaranya merupakan piringan hitam, kaset, dan CD. Serta terdapat sekitar 25 ribu koleksi yang berbentuk buku, majalah, alat musik, keyboard, drum, serta masih banyak lagi alat musik tradisional Indonesia lainnya. 

Hengki dan rekannya memiliki tujuan tertentu dalam membangun Galeri Malang Bernyayi yaitu ia berharap dapat memajukan kebudayaan bangsa Indonesia melalui musik serta ia berharap museum tersebut dapat menjadi pusat dokumentasi karya musik Indonesia. Museum Musik Indonesia tidak hanya menampilkan karya-karya lokal Malang tetapi juga menampilkan koleksi musik dari nusantara hingga manca negara. Adanya Museum Musik Indonesia tersebut memberikan motivasi bagi museum musik lainnya di Indonesia, seperti salah satunya Museum Musik Dunia yang berada di Kota Batu. 

Bagi pengunjung Museum Musik Indonesia mereka dapat memilih piringan hitam lalu menyetelnya, serta pengunjung dapat mencoba alat musik yang telah disediakan. Dalam museum tersebut juga menyajikan musik-musik di masa lalu yang masih tetap enak didengarkan hingga saat ini. Karena hal tersebutlah tidak sedikit pengunjung yang datang ke Museum Musik Indonesia untuk mendengarkan musik zaman dahulu seperti Koes Plus, Bimbo, Bike Ardila, The Beatles, Queen, dan lainnya melalui piringan hitam. 

Selama pandemi Covid-19 Museum Musik Indonesia mengalami penurunan pengunjung, yang di mana sebelum adanya pandemi pengunjung dapat mencapai 2.000 hingga 3.000 orang. Untuk mengatasi hal ini pihak dari Museum Musik Indonesia melakukan kegiatan internal seperti di antaranya merawat koleksi, mencatat, serta mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan ke website serta buku katalog yang mendapat dukungan dari UNESCO. Museum Musik Indonesia ini buka mulai hari Selasa hingga Minggu dari pukul  10.00-17.00 WIB. Harga tiket masuknya dibandrol dengan harga yang cukup terjangkau, dengan harga Rp10 ribu para pengunjung bisa menikmati karya musik sepuasnya. [SC/AZ]