• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA - Di tengah cuaca ekstrim dan untuk meminimalisir risiko bencana, maka kehadiran Desa/Kelurahan Tangguh Bencana sangat dibutuhkan. Di sisi lain, peran tim tangguh bencana di tingkat desa/kelurahan sangat besar dan menjadi garda terdepan bagi kabupaten/kota, khususnya di Jawa Timur. Hal itu yang disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Drs. Alie Mulyanto usai membuka acara pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana yang diselenggarakan BPBD Jawa Timur di aula Kantor Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Rabu (16/11).

Dari 57 kelurahan di Kota Malang hingga saat ini sudah 44 kelurahan yang mempunyai tim tangguh dan tanggap bencana.mempunyai tim tangguh dan tanggap bencana. “Tahun lalu Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun menjadi kelurahan tangguh bencana di bawah binaan BPBD Jawa Timur,” imbuhnya. Ditambahkan Alie, tahun ini yang terpilih Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru. Pihaknya berharap nantinya kelurahan lain akan menyusul untuk menjadi binaan berikutnya.

Lebih lanjut Allie mengatakan, bahwa risiko bencana itu ada dua, yaitu menyangkut jiwa dan material. Sedangkan jenis bencana ada tiga, yaitu bencana alam, nonalam, dan sosial. “Dari pembinaan ini, maka kesiapsiagaan tim tangguh bencana akan lebih baik lagi, sehingga risiko bencana dapat ditekan,” urainya. Berdasarkan arahan dan masukan dari BPBD Jawa Timur, dikatakan Alie, setiap kelurahan juga harus melakukan pemetaan terjadinya risiko bencana. Kemudian penguatan sumber daya manusia serta bagaimana meminimalisir dan mengatasi sebuah bencana.