RADIO ELFARA - Meningkatnya kasus Covid-19 di kota Malang menimbulkan sejumlah kekhawatiran akan ketersediaan tempat tidur dan pelayanan kesehatan yang optimal bagi pasien non covid. Menanggapi hal ini, Direktur Persada Hospital, dr. Sigit Riyarto, M.Kes., bersikap sigap dengan melakukan pemisahan alur bagi pasien covid dan non covid, melalui gedung terpisah.
"Pasien yang datang akan diskrining di tenda triage terlebih dahulu. Proses skrining yang dilakukan meliputi pemeriksaan swab antigen, foto thorax, dan cek darah lengkap. Jika pasien masuk dalam kategori pasien Covid-19 dan probable, maka akan ditempatkan di ruang isolasi tambahan yang baru. Bagi pasien yang dinyatakan non Covid-19 dan ingin melakukan rawat inap ataupun tindakan operasi, maka akan langsung diarahkan menuju IGD untuk observasi lanjutan,” ujar dr. Sigit.
Ruang isolasi Anggrek menjadi ruang isolasi khusu pasien Covid-19 dengan kapasitas 50 tempat tidur dan ditunjang oleh alat kesehatan yang lengkap. Ruang isolasi ini terletak di gedung yang terpisah dengan gedung perawatan yang sebelumnya dan beroperasi sejak Jumat, 13 Agustus 2021.
Ruang Isolasi Anggrek diharapkan dapat mengurangi beban sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di Kota Malang, khususnya pasien dengan gejala ringan. Sehingga tidak ada lagi kasus pasien yang terlantar atau tidak mendapatkan tempat tidur di rumah sakit. Selain itu Ruang Isolasi Anggrek disupervisi oleh dokter umum sebagai dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) dan perawat selama 24 jam guna mengevaluasi dan memantau kondisi pasien [Az].