RADIO ELFARA – Untuk mendongkrak dan memperkenalkan wisata hingga ke kancah nasional
bahkan internasional, Kota Malang menggelar event duta wisata Kakang Mbakyu.
Pada tahun 2020 lalu, event ini tidak bisa dilakukan karena adanya pandemi
Covid-19. Melihat angka kasus Covid-19 yang menurun tahun ini, pemilihan Kakang
Mbakyu dapat digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Pendaftaran,
seleksi dan karantina pemilihan duta wisata Kota Malang Kakang Mbakyu yang
dilaksanakan sejak bulan September lalu, berakhir pada Senin (8/11) malam. Pada
puncak acara grand final yang digelar di Hotel Grand Mercure Kota Malang, dua
mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, Elang Orvala Tony Putra, dan Bella
Berlinda Putri Widodo terpilih menjadi Kakang dan Mbakyu Kota Malang 2021.
Kakang
Mbakyu ini bersama sembilan pasang finalis Kakang Mbakyu lainnya selama satu
tahun ke depan akan memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Mereka harus
memperkenalkan pariwisata yang ada di Kota Malang, sekaligus meningkatkan
jumlah kunjungan wisata secara signifikan.
Wali
Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengapresiasi gelaran Kakang dan Mbakyu ini, dan
berharap nantinya para duta wisata yang telah terpilih dapat semangat
memperkenalkan wisata Kota Malang bahnkan sampai ke level internasional. Ia
juga berpesan kepada jajaran Disporapar Kota Malang selaku penyelenggara event
ini dan juga para juri, untuk mendukung serta menggali terus potensi dan
kemampuan para duta wisata ini.
“Di
era yang serta digital ini, kaum muda harus menjadi motor penggerak dalam
pemanfaatannya dan tidak menjadikan kemajuan tekonologi informasi sebagai
momok, namun dengan tidak mengabaikan identitas diri sebagai anak bangsa.
Karena pada dasarnya kemajuan teknologi informasi ini tergantung dari siapa dan
untuk apa pemanfaatannya,”
imbuhnya.
Selaras
dengan Wali Kota, Kepala DInas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar)
Kota Malang Dr. Ida Ayu Made Wahyuni, SH., M.Si berharap ajang ini dapat
melahirkan generasi bangsa yang dapat membawa pariwisata Kota Malang ke kancah
internasional. Menurutnya, Kota Malang adalah kota wisata yang berbasis
non-alam, tetapi lebih ke wisata event, sejarah, pendidikan, perdagangan, jasa
dan heritage.
Maka
dari itu, kata Ida, para duta wisata ini harus memahami dan mempromosikan
berbagai potensi wisata yang dimiliki kota ini. Seperti halnya keberadaan
kampung tematik, banyaknya bangunan bersejarah, seni topeng Malangan, batik,
makanan dan jajaran khas Kota Malang.
“Selain itu, juga diharapkan dapat
memacu generasi masa depan bangsa ini yang berkarakter, mencintai dan memiliki
kepedulian besar terhadap sejarah, kesenian dan kebudayaan,” pungkas Ida. [SY]
Source:
malangkota.go.id