RADIO ELFARA – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi, demi akselerasi pembangunan dan memandang secara holistik kebutuhan pembangunan infrastruktur. Pernyataan tersebut disampaikannya dihadapan jajaran perangkat daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dari 57 Kelurahan di Ijen Suites Resort and Convention Hotel, Hari Kamis Kemarin (27/1).
Beliau memaparkan, sebanyak 199 pekerjaan konstruksi akan dijalankan Pemkot Malang pada tahun 2022. Di antaranya, penanganan jalan sepanjang 11.200 meter, penanganan drainase sepanjang 19.090 meter, pembangunan jalan paving sepanjang 3.100 meter, penanganan delapan lokasi jembatan, pembangunan 547 titik penerangan jalan umum (PJU) baru, tambahan akses air minum sebanyak 1.166 sambungan rumah HIPPAM, dan akses sanitasi bagi 1.030 sambungan rumah. “Deretan kegiatan di atas selaras mendukung sejumlah prioritas Kota Malang tahun 2022 yang mencakup pemeliharaan jalan dan jembatan, masterplan drainase, penyelesaian fisik Malang Creative Center (MCC), pembangunan drainase, penataan lanjutan zona tiga kawasan Kajoetangan Heritage hingga intervensi infrastruktur sanitasi dan air bersih untuk pengentasan stunting,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Ir. Diah Ayu Kusumadewi, MT, menambahkan, program pembangunan infrastruktur tersebar merata di lima kecamatan, dengan rincian Kecamatan Kedungkandang tercatat sebagai lokasi terbanyak yaitu 50 kegiatan. Lalu, disusul Kecamatan Sukun 45 kegiatan, Kecamatan Blimbing 38 kegiatan, Kecamatan Lowokwaru 36 kegiatan, dan Kecamatan Klojen 30 kegiatan. [SA]