RADIO ELFARA - Agustus menjadi bulan yang spesial tidak hanya untuk Indonesia tapi juga Jawa Tengah, karena di bulan ini tepatnya 15 Agustus kemarin, Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berulang tahun yang ke-71. Dalam peringatannya di halaman Kantor Pemprov Jateng, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpesan untuk saling menguatkan di masa pandemic Covid-19. Ganjar meminta semua bergerak dan berusaha, seperti pepatah Jawa, “Diobong ora kobong, disiram ora teles” yang artinya seberat apapun cobaan hidup, kita harus kuat dan tangguh menghadapinya.
Acara perayaan ini sendiri dilaksanakan terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat. Dihadiri oleh Forkopimda Jawa Tengah serta sejumlah kalangan atau kelompok, mulai dari relawan, penyintas Covid-19, tenaga kesehatan, hingga petugas pemulasaraan, sebagai apresiasi terhadap mereka yang berkontribusi pada penanganan pandemi Covid-19.
Sementara itu sehari jelang HUT ke-71 Jawa Tengah, dilakukan termin kedua penyaluran program Kartu Jateng Sejahtera (KJS). Penyaluran dilakukan secara simbolis di Kecamatan Candisari Kota Semarang, dan Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Sabtu (14/8/2021). Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dari pemprov.
“Ini merupakan wujud kepedulian Pemprov Jateng dan kesetiakawanan sosial kita kepada seluruh warga. Untuk KJS syaratnya adalah disabilitas berat, ataupun punya penyakit kronis salah satunya. Di Jateng, penerima KJS 12.764 yang paling banyak di Kabupaten Tegal mencapai 1.000 orang, Cilacap, dan Kota Semarang,” ujarnya.
Harso menjelaskan, mekanisme KJS diberikan setiap triwulan dengan besaran Rp750 ribu per penerima. Nantinya, para penerima dibuatkan akun di Bank Jateng. Adapun, KJS telah dilaksanakan sejak 2017.
Salah satu penerima KJS adalah Pak Poniman yang sakit berat, tidak bisa apa-apa dan tidak punya keluarga. Pemprov Jateng berencana membawa Pak Poniman ke panti milik Pemprov. Sementara ada juga kisah Saminah dan Pasirah dua warga Desa Mluweh, Kabupaten Semarang, nenek renta yang tinggal di Dusun Kalilateng itu, tinggal di rumah berpapan anyaman bambu. Kepala Desa Mluweh Asariyono mengucapkan terima kasih atas bantuan kepada warganya. Ia berharap bantuan ini dapat menopang kehidupan warganya yang kurang beruntung.