• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA – Kota Malang sering kali disebut sebagai kota yang kreatif yang sebenarnya merupakan upaya penguatan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar). Memberikan perlindungan hak kekayaan intelektual (HaKI) terhadap produk yang unggul merupakan salah satu upaya yang dilakukan. 

Dr. ida Ayu Made Wahyuni, SH., M.Si, Kepala Disporapar Kota Malang mengatakan bahwa BImbingan Teknis (Bimtek) Perlindungan Hasil Kreativitas Merek ini bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada pelaku usaha dalam memperoleh hak atas merek produk.

Kita telah memiliki merek, tapi karena abai tidak mendapatkan HaKI atau hak patennya. Sehingga suatu saat ketika kita menggunakan produknya, kita akan mengeluarkan biaya untuk itu. Agar tidak didahului orang lain, maka kita harus segera mendaftarkan produk kita sehingga kita memiliki hak paten,” jelas Ida pada Kamis (3/2), Hotel Savana, Kota Malang. 

Ida menambahkan, banyak usaha kecil menengah (UMKM) di Malang yang sudah menguasai merek produknya. Namun, hak kekayaan intelektual belum ada dan perlu diberdayakan.Ini merupakan salah satu terobosan bagi kita semua, agar semakin banyak pelaku usaha yang mendapat sertifikasi terutama dalam hal merek atau HaKI tersebut,” ucapnya. 

Dr. H. Sutiaji, Wali Kota Malang mengungkapkan, Kota Malang memiliki potensi industri kreatif yang luar biasa. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Malang perlu hadir untuk mendukung para pelaku industri tersebut.

Di sini tadi rata-rata sudah punya produk, yang belum mungkin adalah mereknya atau sudah ada merek tapi belum memiliki HaKI. Melalui pembinaan ini, bukan hanya hak intelektual dan mereknya saja yang perlu diperhatikan. Tetapi juga berbarengan dengan kualitasnya,” tambahnya.

Selain itu, Sutiaji mengatakan hak kekayaan intelektual tidak dapat diduplikasi oleh orang lain dan dapat mempromosikan agunan bank. Sutiaji berharap para peserta dapat menginformasikan kepada yang lain, meskipun jumlah peserta dalam petunjuk teknis ini terbatas.

Bimtek mengundang perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Malang, Sofyan Arief, SH., M.Kn. Peserta berjumlah 40 pengusaha dengan dukungan dari kota Malang, dalam bidang aplikasi, pakaian, serta makanan.[SS]