RADIO ELFARA – Ajang Anugerah Inovasi dan Kreativitas Informasi Digital (AIKID) Kota Malang kembali digelar untuk yang ke-6 kalinya. Ajang tersebut merupakan gagasan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang. Pada acara yang dilaksanakan di Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Rabu (29/9) tersebut, 18 nominator dari berbagai instansi pelayanan publik Pemkot Malang diundang untuk saling memaparkan inovasinya.
Kepala
Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, S.Sos, AIKID adalah bentuk
pengoptimalan pengendalian manajemen teknologi informasi dan komunikasi,
khususnya dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat Kota Malang. AIKID
hadir untuk mengetahui dan mendorong beberapa hal yang dirasa kurang, seperti
salah satu instansi yang memiliki prestasi, namun kurang menggemakannya.
“Dalam
AIKID ini kami sebagai pemberi masukan-masukan, oh ternyata ada catatan penting
yang perlu dioptimalkan. Kita juga secara teknis membentuk sebuah grup admin
untuk pengelolaan web masing-masing instansi. Bahkan aduan yang selama ini
terkenal di kita akan di-drive ke admin. Ini sebagai bagian dari percepatan,” kata Widianto.
Kegiatan
tersebut tidak hanya diikuti oleh lingkup perangkat daerah saja, tetpai juga
lingkup pelayanan kesehatan yang diikuti oleh fasilitas kesehatan tingkat
pertama. “Hari ini masuk tahapan penjurian dari enam kedinasan dan
perusahaan daerah, serta ada kategori puskesmas, seperti dari Puskesmas Arjuno,
Pandanwangi, Janti, Cisadea dan Polowijen,” ungkap Widianto.
Sementara
itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menyebutkan, pada AIKID ini dirinya ingin
mengoptimalkan tusi dari masing-masing institusi ataupun perangkat daerah.
Dengan terus bergulirnya AIKID diharapkan kekurangan yang masih dimiliki dapat
diatasi dan dioptimalkan, khususnya pada program pelayanan dan inovasi. Sutiaji
yakin, kedepan pasti akan lebih menjanjikan untuk inovasi pelayanan publik yang
lebih bagus lagi dan terus menyusun program kreativitas di setiap institusi
agar memudahkan masyarakat.
“Jadi
dari perangkat daerah dan masyarakat nilainya positif. Lalu juga termasuk
branding setiap institusinya,”
jelas Sutiaji. [SY]
Source:
malangkota.go.id