• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA – Saat ini perempuan tidak lagi dianggap sebelah mata. Bahkan persepsi jika perempuan tidak bisa menjadi pemimpin juga sudah mulai pudar. Hal ini dibuktikan oleh salah satu perempuan yang menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang yaitu Dwi Rahayu, SH., M.Hum. Sosok beliau yang bersahaja dan berwibawa telah menyiratkan sifat Kartini masa kini. Menurut Dwi Rahayu, perempuan di Indonesia harus bisa meneladani semangat Kartini. Karena Hari Kartini yang diperingati 21 April merupakan momen pengingat bagi para kaum perempuan bahwa mereka harus memiliki semangat yang tinggi seperti Kartini. “Yang penuh semangat dan keberanian untuk mencapai cita, membuat perempuan Indonesia berpendidikan dan merdeka,” ungkapnya. 

Karir Dwi Rahayu berawal dari tahun 2008 yang menjadi Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Lalu dilanjutkan di tahun 2009 menjadi Kepala Bidang Mutasi, Badan Kepegawaian Daerah dan di tahun 2010, menjadi Kepala Bagian Hukum. Tidak berhenti di situ, tahun 2013 beliau juga pernah menjadi Kepala Bagian Organisasi. Dari karirnya ini, beliau mampu menunjukkan kapabilitasnya dan mengaku bahwa menjadi pemimpin itu bukanlah hal yang mudah. 

Menjalankan peran ganda sebagai wanita pekerja sekaligus menjadi orang tua, bukanlah hal yang mudah. Bahkan untuk menyeimbangkan kehidupan keluarga dan pekerjaan, ia berusaha untuk meninggalkan pekerjaannya jika sudah di rumah sehingga dapat menjalankan peran seorang ibu. Tapi siapa menduga bahwa ia juga bisa menjadi pemimpin sebuah instansi dengan membawahi lebih dari 60 orang dengan berbagai macam karakter. Terlebih lagi, beliau harus berusaha menyeimbangkan perasaan dan logika. 

Terdapat pesan dari Dwi Rahayu hebat ini, bahwa semakin banyaknya perempuan yang terlibat dalam pembangunan maka bisa menjadi bukti untuk pembangunan berkeadilan. “Bangsa yang besar adalah bangsa menghargai perempuan. Perempuan pun harus mengembangkan kemampuan diri agar tak dipandang sebelah mata dalam pengambilan kebijakan,” ucapnya. [GR]