RADIO ELFARA – Dalam upaya membuat para pengusaha kuliner Kota Malang lebih siap
untuk bisa bersaing di pasar global, berbagai terobosan dilakukan oleh Dinas
Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang. Salah satu
terobosannya yakni dengan menggelar kegiatan penguatan wisata halal sosialisasi
sistem manajemen halal internal bagi industri kuliner Kota Malang di Hotel Ijen
Suites, Rabu (6/10).
Kepala
Disporapar Kota Malang Dr. Ida Ayu Made Wahyuni, SH,m M.Si mengatakan untuk
bisa bersaing di pasar, keberadaan sertifikasi halal sangatlah penting. Oleh
karena itu, Pemerintah Kota Malang terus mendorong agar pengusaha kuliner di
Kota Malang yang menyediakan makanan halal agar bisa memiliki sertifikasi halal.
“Sejak
tahun 2016 kita sudah menandatangani kesepakatan bersama antara kementerian
pariwisata, forum rektor dan Bapak Sutiaji yang ketika itu masih menjadi wakil
wali kota,” terang Ida.
Kala
itu itu di Hotel Balava dijelaskan mengenai cara melakukan percepatan untuk
memberikan pelayanan kepada wisatawan muslim pada khususnya. Kemudian di tahun
2019, bulan April Kementerian Pariwisata juga telah menetapkan Kota Malang
bersama dengan 16 daerah lain, sebagai kota destinasi wisata unggulan halal.
Ketika
itu Kota Malang berada di peringkat sembilan. Karena 2019 Kota Malang masih
menata belum banyak tempat-tempat destinasi hotel hunian usaha jasa yang
berlabel halal. Lalu pada tahun 2019-2020, usaha kecil dan menengah (UKM) Kota
Malang sebanyak 77 sudah bersertifikat halal.
Kemudian
hotel dan restoran juga mulai banyak, tetapi yang turun baru delapan. Padahal
tahun 2020 sudah diajukan Kota Malang banyak, sehingga hal ini perlu kolaborasi
antara Disporapar, pelaku industri dari Kementerian Agama, maupun Satgas Halal
tidak terlalu rumit mengurus sertifikat halal.
“Memang kendalanya adalah ketika auditor turun yang ada pembenahan-pembenahan yang diminta kepada pelaku industri macet di sana. Jadi tidak lancar sehingga setahun Kota Malang hanya mendapat delapan. Padahal Kota Malang memprogramkan tahun 2020 bisa mendapatkan 50. Kita berharap tiap tahun ada 50 karena direncanakan aksi kita akhir 2023 kami harap ada 200 yang sudah memiliki sertifikasi halal,” jelas Ida. [SY]
Source:
malangkota.go.id