RADIO ELFARA – Musim hujan dan cuaca ekstrim yang mengguyur Malang Raya sejak bulan
Agustus lalu, diperkirakan akan terjadi hingga bulan Maret. Hujan dengan
intensistas tinggi yang terjadi hampir setiap hari, membuat semua elemen
masyarakat diimbau untuk berwaspada karena berbagai ancaman bencana dapat
terjadi.
Imbauan
tersebut disampaikan oleh Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Badan
Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malang, Ahmad Luthfi, S.ST pada
Senin (27/12). Kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan, mengingat beberapa
waktu lalu di Malang Raya sempat terjadi hujan ekstrim selama dua hari
berturut-turut.
“Terukur
di salah satu pos pemantau kami dalam waktu 1-2 jam terdeteksi intensitas hujan
66 mm. Sedangkan pada umumnya, dalam 1 jam dikatakan ekstrim kalau pada alat
kami terdeteksi lebih 20 mm. Jadi kondisi ini sudah melampaui kriteria ekstrim
atau tergolong sangat ekstrim. Kategori sangat ekstrim ini karena disertai
angin kencang dengan hujan es,”
papar Luthfi.
Namun
kondisi ini, kata Luthfi, terbilang lumrah terjadi saat peralihan ke masa
puncak musim hujan. Berdasarkan pantauan dari kondisi angin, atmosfer maupun
lautan, di Indonesia, khususnya di Jawa Timur terpantau pola belokan angin yang
memicu peningkatan terjadinya awan-awan konvektif yaitu awan Cumulonimbus. “Terjadinya
hujan ekstrim. angin kencang dan hujan es ini pada siang hari menjelang sore”
imbuh Luthfi.
Sering
terjadi di siang menjelang sore hari, karena hal tersebut merupakan tipikal
hujan yang terjadi di daerah tropis seperti Indonesia. Potensi hujan es ini pun
masih dimungkinkan akan terjadi. Karena potensi penguapan selama Januari hingga
Maret di Indonesia masih cukup tinggi dan hal ini disebabkan karena posisi
matahari sedang ada di belahan bumi selatan, sehingga pemanasan masih cukup
intens dan akan meningkatkan faktor penguapannya.
Untuk
mitigasi, masyarakat agar juga harus peka kapan dan di daerah mana saja yang
dimungkinkan akan mengalami atau terjadi cuaca ekstrim. Pada siang dan sore
hari warga bisa memantau kondisi visual awan, memantau melalui aplikasi info
dari BMKG, melalui kanal-kanal resmi BMKG yaitu bmkg.go.id maupun di
juanda.jatim.bmkg.go.id serta berbagai media sosial, baik Twitter atau
Instagram.
“Melalui
kanal-kanal resmi itu, kami di BMKG sudah lengkap menyajikan informasi seperti
peringatan 3 harian terkait potensi hujan dengan intensitas tinggi atau cuaca
ekstrim. Warga dapat memantau melalui kanal-kanal itu di pagi hari untuk
mengetahui prakiraan cuaca pada siang dan sore hari. Setelah diatas jam 12
siang, masyarakat dapat mengecek lagi daerah mana saja yang berpotensi terjadi
cuaca ekstrim, sehingga lebih waspada dan dapat terhindar dari dampak cuaca
ekstrim tersebut,” urai
Luthfi. [SY]
Source:
malangkota.go.id