• By: Radio Elfara

Radio Elfara - Dengan single pertamanya yang berjudul “Muak”, Nidewi Aruman atau yang lebih dikenal sebagai Aruma berhasil dapetin sambutan positif dari netizen. Musik videonya bahkan sudah ditonton 13 juta kali di Youtube, hanya dalam kurun waktu 7 bulan aja.


Setelah berhasil menarik atensi dari pendengar musik tanah air, kini Aruma kembali dengan membawakan single berjudul “Ekspektasi” yang ditulis Aditya Sahid dan dibantu Raim Laode, selaku teman duet Aruma nanti. Aku senang sekali bisa berduet dengan Kak Raim karena dia punya karakter suara yang kuat dan karya-karyanya juga indah. Kolaborasi ini juga memberiku pengalaman yang baru dan banyak ilmu yang aku dapat di sini.” Ujar Aruma ketika diminta untuk berkolaborasi dengan Raim


Senyuman dan suara yang santun akan menjadi senjatanya untuk mengarungi perjalanan yang panjang. Aku senang bisa menyaksikan, bahkan menjadi bagian, perjalanan Aruma,” ujar Raim ketika dirinya akan menjadi teman duet Aruma.


Pengerjaan single kedua ini memang tidak memakan waktu yang lama, tapi menurut Aruma ada tantangan tersendiri yang dia rasakan ketika mengerjakannya. “Berbeda dengan “Muak” yang aku nyanyikan dari perspektifku sendiri, di lagu ini, aku harus bisa menyampaikan dengan baik dua sudut pandang yang berbeda. Kami harus menghasilkan nada yang harmonis dengan lirik yang padu sehingga makna lagu ini sampai ke para pendengarnya.” Ungkap Aruma.


Tapi kalau menurut Raim, rekaman untuk lagu “Ekspektasi” enggak sesulit seperti yang dia bayangkan. Kecuali ketika mencari nada dasar.  “Suara laki-laki dan perempuan sendiri cenderung berbeda karena nada dasar di suara perempuan jauh lebih tinggi dari laki-laki. Tantangannya mungkin adalah mencari nada dasar yang nyaman untuk dinyanyikan saya dan Aruma,” jelasnya.


Lagu “Ekspektasi” ciptaan Adit dan Raim menceritakan tentang realita yang terjadi kepada manusia, terlalu bersahabat dengan sebuah ekspektasi dan akrab dengan rasa sakit hati. “Inspirasinya dari sepenggal kisah jarak jauh saya juga bersama Komang sebelum menikah bertahun-tahun silam. Dalam lirik pun, ada kalimat spesifik yang pernah saya ucapkan kepada Komang di masa itu.”


Genre untuk single kedua ini masih sama dengan single sebelumnya, namun pada bagian akhirnya tempo lagu dibuat lebih upbeat, tapi tetap tidak menghilangkan unsur sedih yang ada. “Ya, genrenya masih sama dan juga memiliki nuansa sedih seperti “Muak”. Kalau single sebelumnya menggambarkan seseorang yang sudah muak dengan janji manis pasangannya, kali ini, aku ingin memperlihatkan bahwa tidak semua orang mempunyai ekspektasi yang sama dalam suatu hubungan, baik itu perempuan maupun laki-laki. Setiap insan tidak bisa menaruh ekspektasinya berlebihan karena, pada akhirnya, kita harus saling mengerti dan menghargai pendirian masing masing,” jelas Aruma.


Aruma berharap single terbarunya dapat diterima oleh para pendengar musik tanah air, “aku berharap, lagu ini mendapat sambutan positif seperti single pertama aku, sekaligus bisa mewakili perasaan setiap pasangan yang mempunyai ekspektasi berbeda dalam hubungan. Semoga melalui lirik di lagu ini, mereka bisa lebih mengerti dan menghargai perasaan pasangan masing-masing agar hubungan yang sudah diperjuangkan sama-sama akan tetap bertahan.”


“Semoga lagu ini bisa menjadi alternatif suara di telinga teman-teman dalam menghadapi realitas yang ada. Kalau didengarkan dengan seksama, lirik per lirik, pasti kita akan tahu maksud lagu ini. Ekspektasi bukanlah hal yang buruk, tapi saat tidak sesuai dengan yang kita inginkan, cobalah untuk menerimanya dan berkompromi.” Tutupnya. [JY]