• By: Radio Elfara

RADIO ELFARA – Guna menjaga dan melestarikan budaya ketrampilan Indonesia, Kampung Wisata Keramik Dinoyo mencoba menanamkan kecintaan terhadap kerajian dari keramik kepada anak-anak. Anak-anak adalah pion yang tepat untuk mewariskan budaya dari satu generasi ke generasi lain, melalui Festival Keramik Dinoyo, Sabtu (16/10), anak-anak diajari bagaimana cara membuat kerajinan keramik yang menjadi ikon Kampung Dinoyo.

Juardi selaku Tour Guide Kampung Wisata Keramik Dinoyo, mengungkapkan kegiatan anak-anak ini adalan bentuk pengenalan terakit keramik dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak-anak. Dalam kegiatan tersebut anak-anak diberi kebebasan untuk bereskpresi sesuai kemauan mereka, apakah ingin menggambar atau membuat mainan dengan menggunakan bahan baku dari lempung putih.

“Hari ini merupakan bentuk perhatian kami untuk mengedukasi anak-anak bagaimana proses sederhana pembuatan keramik,” jelas Juardi.

Sebelum praktek langsung di Museum Keramik Dinoyo, anak-anak dibawa terlebih dahulu berkeliling ke sentra pembuatan keramik di Dinoyo. Dengan begitu, anak-anak diharapkan memiliki gambarang yang nyata terkai bagaimana proses pembuatan keramik.

“Saat kami tanya, apakah di rumah ada yang punya perabotan keramik? Anak-anak menjawab tidak ada. Tetapi ketika dijelaskan adanya perabotan seperti piring keramik, cangkir keramik, dan hiasan keramik, anak anak baru tahu apa itu keramik,” ujar Juardi.

Ketika anak-anak sudah mulai mengenal apa itu keramik, barulah mereka dibawa untuk mengenal bahan baku pembuatan keramik lebih mendalam. Seperti lempung putih yang merupakan campuran berbagai macam bahan, pasir kwarsa, ballclay, dan feldspar. “Usai bahan baku dikenalkan, baru anak-anak diajak bermain dengan membuat berbagai mainan dari lempung putih,” kata Juardi.

Dengan melakukan pembelajaran seperti layaknya mengajak anak bermain, anak-anak juga diajarkan untuk berani berkreasi dan tidak takut kotor. Bahan-bahan yang digunakan juga aman untuk anak, sehingga proses belajar membuat keramik tidak berbahaya dan menyenangkan.

Anak peserta pembuatan keramik, Azaria Fahmi Ramadan mengaku senang bisa bermain dan belajar membuat keramik. Kegiatan membuat kerajinan dari keramik di sela-sela sekolah yang sedang libur. “Meski capek senang juga belajar membuat keramik. Saya baru tahu hari ini kalau keramik dibuat dari tanah liat,” terang Fahmi. [SY]

 

Source: malangkota.go.id