• By: Radio Elfara

Malang - Bapenda rutin menggelar forum group discussion (FGD) dengan para instansi mitra kerjanya, terutama terkait rapat kajian perencanaan target pajak daerah, retribusi daerah, hasil kekayaan daerah yang dipisahkan dan PAD lain-lain yang sah. Rabu kemarin (22/07/20) FGD digelar di Taman Indie Resto, kota Malang.

Ir Ade Herawanto MT, selaku Kepala Bapenda Kota Malang, menjelaskan, "Pada FGD kami menyampaikan ke OPD-OPD pemungut PAD untuk dijadikan referensi atau bahan untuk mengambil keputusan. Misalnya, berapa sih target yang akan ditetapkan nantinya? Baik di masa pandemi, di masa transisi maupun saat New Normal nanti." 

Kajian tersebut untuk ke depannya bisa menjadi acuan kebijakan di tahun-tahun mendatang, sebagai referensi yang berasal dari tim ahli. 
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan PAD Bapenda Kota Malang, Dr Dian Kuntari S.STp, MSi, mengungkapkan, "Harapannya bisa menjadi dasar dam penentuan target PAD ke depannya. Karena kajian berasal dari tim ahli yang berkompeten di bidangnya. Sehingga kita punya referensi data yang kuat sebagai pijakan dalam praktiknya nanti." 

Sam Ade (panggilan akrab Kepala Bapenda), menambahkan, "Sebelum diskusi perencanaan target ini, pihaknya sudah mengadakan kajian potensi, baik itu untuk pajak maupun retribusi daerah. 
Setelah itu juga sudah dikaji bahwa potensi pajak itu berapa dan targetnya berapa. Karena keduanya sebenarnya dua hal yang berbeda namun sangat bersinggungan juga berkesinambungan. Karena potensi itu sendiri istilahnya adalah kemampuan dasar. Nah kemampuan dasar ini tidak mungkin juga dengan serta merta kita menarik semuanya, karena ada potensi loss dengan beberapa faktor yang mempengaruhi juga, akhirnya diformulasikan menjadi sebuah target. Mulai sekarang sudah kami persiapakan road map strategi dalam menyongsong era new normal pasca revovery ekonomi nantinya." [Rin]