RADIO ELFARA – Patform Tik-Tok menjadi salah satu platform yang berkembang pesat sebagai media informasi. “TikTok yang dulu mungkin dipandang sebelah mata, sekarang sudah beralih ke arah positif. Selain informasi yang didapatkan, orang juga bisa melihat video kreatif yang dapat mengartikulasikan dari sebuah kebijakan, serta pesan moral yang singkat, padat, tapi bisa mengena,” ungkap Sutiaji.
Melihat trend ini, Pemerintah kota Malang kemudian berusaha
mewadahi kreativitas masyarakat dalam membuat konten Tik-Tok dengan mengadakan
lomba Tik-Tok. Lomba bertemakan “Tumbuh dan Tangguh di Masa Pandemi” ini juga
diadakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia.
Pemkot Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika
(Diskominfo) memberikan hadiah uang tunai total Rp8.750.000,00 untuk dua
kategori, yakni kategori umum/mahasiswa dan kategori pelajar. Penilai untuk
setiap video ditentukan dari aspek orisinal karya, kualitas gambar,
kreativitas, kesesuaian konten dengan, dan pesan yang disampaikan.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Malang Muhammad Nur
Widianto, S.Sos mengatakan kompetisi ini didakan selain untuk meningkatkan
kreativitas warga Kota Malang, juga untuk mengarahkan warga agar tidak membuat
konten hoaks. Apalagi di tengah pandemi saat ini, konten hoaks banyak
bertebaran di media sosial. “Pemkot Malang berusaha meningkatkan kreativitas
warga dengan menggelar kompetisi ini. Tujuannya agar warga tidak berpikir untuk
membuat konten hoaks yang dapat merugikan diri sendiri,” Kata Widianto
Total jumlah peserta yang mengikuti kompetisi ini sebanyak
134 peserta (video). Sementara untuk para pemenang di antaranya, kategori
umum/mahasiswa jura I Firdaus Zulkarnain, juara II Ihwan Hariyanto, juara III
Rara Azizah Nahdian Anwar, dan juara favorit Imarotul Izzah. Sedangkan untuk
kategori pelajar dimenangkan Oleh Kayla Zheelva Nadira Putri, juara II Eka
Pandu Prasetya, juara III Satrio Sih Adi W, dan juara favorit Fitria Yunita.
Apresiasi diberikan kepada panitia dan dewan juri yang telah
menginisiasi kegiatan ini, sehingga dengan inisiasi tersebut kedepannya
masyarakat bergerak dan tergerak hatinya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang
positif. Widianto menambahkan, kompetisi ini mungkin akan terus
berlanjut mengingat pengguna media sosial selalu bertambah dari waktu ke waktu.
“Kompetisi ini mungkin akan terus
berlanjut. Kita ditantang terus oleh zaman, bahwa kita harus mampu memberi
warna. Kita tidak berada pada arus, tapi kita justru dapat mewarnai zaman,”
terang Widianto. [SY]
Source: malangkota.go.id