TENTANG KALLULA

Hanya segelintir musisi yang dapat menggunakan nama depannya saja sebagai tanda pengenal yang kuat. Salah satunya adalah seorang penyanyi yang merepresentasikan warna suara musik elektronik Tanah Air. Kallula.

Keinginannya untuk menekuni dunia musik tidak datang dengan mudah di masa saat berbagai penyanyi wanita powerhouse mendominasi tangga-tangga lagu dunia pada awal 2000an. Seiring waktu berjalan, dunia musik akhirnya memberikan ruang untuk warna-warna suara yang lebih beragam. Hari di mana lagu Lykke Li diputar di sebuah stasiun radio nasional adalah hari saat Kallula menyadari bahwa sebuah ruang telah lahir untuk dirinya.

Tahun 2014 menjadi awal mula perjalanan musik Kallula melalui duo KimoKal yang ia bentuk dengan Kimo Rizky. Sebelum album pertama KimoKal dirilis, mereka terpilih menjadi musisi pembuka konser pertama band Rhye di Jakarta di tahun 2015. Kolaborasi Dipha Barus dengan Kallula dalam lagu “No One Can Stop Us” melambungkan nama Kallula ke khalayak lebih luas. Mereka pun berhasil membawa pulang piala AMI untuk kategori Best Electronic Dance Production di tahun 2016 dan meraih lebih dari 16 juta stream di jagat digital.

Dengan dua album bersama KimoKal dan daftar segudang penampilan di festival-festival ternama di dalam dan luar negeri, Kallula mempersiapkan diri untuk sebuah proyek yang akan menjadi pembuktian dirinya sebagai seorang musisi.

“Saya sudah lama tidak merasa seperti ini,” ujar Kallula. “Membangun proyek solo ini jauh lebih menegangkan dibanding tur ke luar Indonesia. Sekaranglah saatnya saya mengambil alih dan rasanya menyenangkan,” lanjut Kallula.

Di babak baru ini, Kallula ingin menantang dirinya lebih jauh lagi dengan menunjukan warna musik elektronik yang lebih eksploratif dan jujur. Beragam hal yang ia ingin eksperimentasikan sudah tertanam di benaknya. Dengan demikian, terciptalah suatu ruang untuk momen paling menentukan Kallula.

Sebuah ruang yang akan mengisi perjalanan terbaru Kallula.