Kita tahu galau dan khaotis selalu muncul lebih dahulu sebelum keindahan. Oleh karena itu manusia selalu dituntut untuk memiliki gemuruh, gairah yang meledak, juga sensitifitas pada apa yang tampak. Hal-hal tersebut biasanya membawa manusia kepada kreativitas yang pada akhirnya berujung kepada sesuatu yang indah.

Album terbaru Polka Wars merupakan akumulasi rasa galau, gemuruh serta kesedihan yang dirasakan masing-masing personil. Setelah memerlukan waktu empat tahun pasca album pertama, Axis Mundi, dirilis, Polka Wars sepakat untuk merangkum kegelisahan mereka melalui album kedua bertajuk Bani Bumi.

Tak seperti dalam album pertama, Axis Mundi yang banyak bercerita hubungan manusia secara vertikal, Polka Wars kini melalui Bani Bumi banyak bercerita tentang kegelisahan pribadi atas hal-hal yang terjadi di sekitar juga antar manusia.

Bani Bumi dapat dibilang merupakan pengalaman apa yang mereka alami sebagai manusia dan respon mereka atas apa yang terjadi di lingkup kehidupan masing-masing personil.

Melalui proses pengerjaan selama satu tahun dibantu dengan pribadi brilian, Lafa Pratomo, Bani Bumi memberikan pengalaman baru bagi seluruh personil. Lafa Pratomo juga banyak berperan memberikan sentuhan-sentuhan tak terduga di setiap komposisi lagu.

Polka Wars kini lebih mengedepankan harmoni serta lebih menghargai proses termasuk dalam penulisan lirik. Tak sedikit dari lagu-lagu di Bani Bumi melalui proses penulisan lirik yang panjang dan kontemplasi. Meski begitu Polka Wars di Bani Bumi masih menyediakan ruang-ruang kekeliruan yang dibiarkan dengan tujuan memanusiakan lagu. Tentu langkah ini tak umum, di mana nyaris semua grup musik hari ini mengejar produksi musik yang paripurna. Dalam kacamata lain Polka Wars seperti mengingat kembali masa-masa mereka pertama kali berkenalan dengan musik. 

Polka Wars resmi merilis Pra-Pesan Bani Bumi pada tanggal 10 Mei 2019 dalam format deluxe set yang terdiri dari empat kategori. Keempat kategori ini merepresentasikan elemen-elemen penting dalam pembentukan sejarah  serta konflik umat manusia, yakni: Kekuasaan (deluxe set berwarna merah), Wanita (deluxe set berwarna hijau), Harta (deluxe set berwarna kuning) dan Pengetahuan (deluxe set berwarna biru). Sedangkan artwork yang digarap dengan tangan terampil, Anindya Anugrah cukup memberikan kesegaran dari segi visual album Bani Bumi melalui warna-warna yang ia pilih untuk mewakili karakter masing-masing personil.

Sebagai penutup, Bani Bumi merupakan keindahan yang kaya dari Polka Wars. Keempat personil di dalamnya melagukan patah hati, redupnya nyala harapan, keinginan untuk mati, marah pada yang berkuasa, mempertanyakan kembali makna mapan dalam hidup, kepergian seseorang, rasa bahagia bercampur takut manakala memiliki seorang anak, hingga pernikahan di ambang perceraian. Singkatnya, melalui Bani Bumi merupakan upaya Polka Wars untuk memanusiakan lagu dan melagukan manusia.