Film horor Kafir:Bersekutu Dengan Setan kini sedang mewarnai bioskop Indonesia.

Film yang disutradari oleh Azhar Kinoi Lubis dan naskahnya ditulis oleh Upi Avianto ini rilis serentak di bioskop Indonesia pada 2 Agustus lalu.

Kafir diwarnai dengan unsur klenik dimana sang bapak tiba-tiba meninggal pada suatu makan malam dengan memuntahkan beling.

Dari saat itu, keluarga tersebut mulai mendapat gangguan dan sang ibu sering merasa ketakutan.

Beberapa hari kemudian, rumah dukun (diperankan oleh Sujiwo Tedjo) habis terbakar.

Kedua anak dari sang bapak pun berusaha mengusut kejadian tersebut agar hal yang sama tidak terjadi pada sang Ibu.

Jika menarik ke belakang, Pengabdi Setan menjadi film horor terbaik Indonesia saat ini hingga sempat bertahan di bioskop dalam jangka waktu yang lama.

Sutradara film tersebut, Joko Anwar, tak mau Pengabdi Setan disebut sebagai film horor terbaik, namun ia ingin filmnya menjadi standar baru film-film horor Indonesia yang akan datang.

Film Kafir: Bersekutu dengan Setan bisa jadi adalah film Indonesia yang menjawab tantangan dari sutradara Pengabdi Setan tersebut.

Channel Youtube pengulas film bioskop Cine Crib memberikan review yang positif dari film yang dibintangi oleh pemain FTV Indah Permatasari dan Rangga Azof.

Mereka bahkan positif menjajarkan film Kafir dengan Pengabdi Setan.

“Film ini setelah Pengabdi Setan kemarin itu yang bisa menjawab tantangan bung Joko, bisa sampai pada level itu,” tutur mereka pada video yang diunggah pada 5 Agustus 2018.

“Gue bahkan lebih menikmati film ini daripada film Pengabdi Setan dari segi story telling yang bagus.”

Menurut Cine Crib, tokoh di dalam film Kafir yang terdiri dari Ayah, Ibu, dua anak, dan satu pacar anak mendapat porsi yang pas.

Semua tokohnya memegang peran yang seimbang, vital dan konsisten hingga akhir film.

Mereka memuji Indah Permatasari dan Rangga Azof yang walaupun berangkat dari aktor dan aktris FTV namun dapat bermain di layar lebar dengan baik.

“Seneng aja mereka udah sampai level itu. Itu membuktikan bahwa pemain apapun kalau dikasih skrip benar dan sutradara benar maka jadinya juga akan bagus,” komentar mereka.

Berbeda dengan film horor biasanya yang penuh dengan aksi mengejutkan tiba-tiba dan suara yang membuat kaget, film Kafir berbeda.

Dari ulasan Cine Crib, film Kafir tidak terlalu menyajikan jump scare atau kejutan menakut-nakuti

Kalau mencari yang jump scare atau suara berisik itu di sini nggak ada.”

Namun kesan misteri dan horor pada film tersebut tetap tidak hilang dan malah lebih dapat ditonjolkan.

Penonton dapat dipuaskan dengan jalan cerita yang rapi dan misteri yang terbuka secara perlahan.

Cine Crib mengulas, film Kafir membuat penontonnya bertanya-tanya sepanjang film, namun semua itu perlahan-lahan terjawab hingga akhir.

“Sampai tengah dan akhir film ini lebih menguak ke apa yang terjadi sebenarnya.”

Efek visual dari film Kafir juga dipuji oleh Cine Crib sebagai efek yang ‘heboh tapi tidak norak.’

Latar yang digunakan juga dirasakan pas dengan latar waktu yang diangkat.

Meskipun susah mendapatkan suasana yang sama dengan latar waktu tahun itu, namun film tersebut berhasil menyajikannya.

Menurut mereka, kekurangan film Kafir hanya ada pada kurangnya tokoh ‘seram’ sebagai pusat dari film horor.

Jika dibandingkan dengan Pengabdi Setan dengan sosok Ibu Laksmi, film Kafir tidak memiliki sosok yang sama.

Di akhir ulasan, mereka memberikan nilai yang cukup tinggi untuk film tersebut.

Nilai akhir yang mereka berikan adalah 8 dari 10.

http://jateng.tribunnews.com/amp/2018/08/06/disandingkan-dengan-pengabdi-setan-ini-review-film-horor-kafir-bersekutu-dengan-setan?page=3